Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Buktikan Dana Rp5,1 T Bukan Milik Banjarbaru, Lisa Halaby: Kesalahan Data Tak Boleh Coreng Nama Baik Kota!
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Buktikan Dana Rp5,1 T Bukan Milik Banjarbaru, Lisa Halaby: Kesalahan Data Tak Boleh Coreng Nama Baik Kota!

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 27 Oktober 2025, 00.47
Share
WhatsApp Image 2025 10 14 at 12.15.16 1160x868 1
Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby buktikan tidak ada dana mengendap Rp5,1 Triliun. (Foto: Prokopim Banjarbaru)
SHARE

TERAS7.COM – Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan tidak memiliki dana mengendap sebesar Rp5,165 triliun seperti yang sempat beredar dalam laporan nasional Kementerian Keuangan.

Nilai fantastis itu ternyata berasal dari kesalahan input data oleh pihak Bank Kalsel dalam pelaporan rekening milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Kesalahan terjadi pada pengisian sandi Golongan Pihak Lawan (GPL), di mana kode untuk Pemerintah Provinsi (S131301L) keliru dimasukkan sebagai milik Pemerintah Kota (S131302L) dan Kabupaten (S131303L). Akibatnya, 13 rekening milik Pemprov Kalsel dengan total Rp4,746 triliun tercatat seolah-olah milik Pemerintah Kota Banjarbaru.

Laporan keliru itu kemudian muncul dalam data Antasena LBUT-KI Keuangan Bulanan Bank Kalsel, dan membuat Banjarbaru disebut sebagai daerah dengan dana mengendap terbesar ketiga secara nasional, setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Mengetahui hal tersebut, Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby segera mengambil langkah cepat dengan memimpin klarifikasi langsung di hadapan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Dirjen Bina Keuangan Daerah Dr. A. Fatoni, serta perwakilan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Bank Kalsel.

Baca juga :

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Anjing Liar Resahkan Warga Gang Kancil Banjarbaru, Liana Cari Solusi Penanganan Tanpa Kekerasan

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, RSD Idaman Banjarbaru Catat 76 Kasus ISPA

“Isu ini harus diselesaikan dengan data, bukan dengan opini. Sedikit saja kesalahan teknis bisa berdampak besar terhadap reputasi fiskal daerah dan kepercayaan publik,” tegas Lisa.

Klarifikasi tersebut menghasilkan kesimpulan tegas bahwa Banjarbaru tidak memiliki dana mengendap Rp5,165 triliun. Dana tersebut sepenuhnya milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang salah input oleh Bank Kalsel.

Walikota Lisa melalui Pelaksana Tugas Kepala BPKAD Kota Banjarbaru, Sri Lailana, menegaskan hasil rapat sinkronisasi data yang digelar di Gedung H lantai 8 Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada Jumat (24/10/2025).

“Dari hasil sinkronisasi itu terlihat jelas, kesalahan terjadi di pihak Bank Kalsel. Kode wilayah yang seharusnya tercatat atas nama Pemerintah Provinsi dimasukkan sebagai dana simpanan milik Pemerintah Kota Banjarbaru,” jelasnya.

Ia menilai kesalahan administratif tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berimbas langsung pada persepsi publik.

“Ini bentuk kelalaian yang menimbulkan dampak serius terhadap citra fiskal Banjarbaru. Padahal tata kelola keuangan kami selalu transparan,” ujarnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap publik tidak lagi salah menafsirkan laporan dana mengendap tersebut.

Wali Kota Lisa menegaskan pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan otoritas perbankan dan lembaga keuangan nasional untuk mencegah kesalahan serupa di masa mendatang.

“Kami tidak akan membiarkan kesalahan data sekecil apa pun mencoreng nama baik Banjarbaru. Pemerintahan ini bekerja dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas,” tegasnya.

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi lembaga keuangan daerah tentang perlunya validasi data berlapis sebelum laporan disampaikan ke regulator nasional.

Bagi Banjarbaru, kejadian ini justru menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen terhadap integritas dan keakuratan tata kelola keuangan daerah.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy1
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

IMG 20260817 193804
HUT ke-81 RI Jadi Momentum Bupati Tanah Bumbu Apresiasi Jasa Veteran dan Seniman
17 Agustus 2026, 19.43
23af2781 1846 4430 a6f8 38bcdfcd3516
Mafia Tanah Dituntut Ringan Oleh Kejaksaan HSS?
19 Agustus 2026, 11.28
ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30
IMG 20260828 WA0018
Wali Kota Lisa Murka! UGD Puskesmas Sungai Ulin Diduga Kosong saat Pasien Kritis Butuh Pertolongan
28 Agustus 2026, 11.11
IMG 20260828 WA0022 e1787888367224
Tak Peduli Asal Domisili, Lisa Halaby Tegaskan Pasien Kritis Wajib Ditolong: Nyawa Harus Diselamatkan!
28 Agustus 2026, 11.40

You Might Also Like

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Anjing Liar Resahkan Warga Gang Kancil Banjarbaru, Liana Cari Solusi Penanganan Tanpa Kekerasan

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, RSD Idaman Banjarbaru Catat 76 Kasus ISPA

Jalan Al Jafri Makin Padat, Nurkhalis Tawarkan Opsi Pelebaran atau Drainase Tertutup

Demi Keselamatan Warga, Liana Upayakan Pembenahan Drainase Gang Kancil di Banjarbaru Utara

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?