Jalani Misi Kemanusiaan
TERAS7.COM – Banjir yang melanda Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu menyisakan pengalaman tersendiri bagi seorang mahasiswa sekaligus relawan satu ini, pasalnya ia harus menjalani yudisium di tengah misi kemanusiaan yang diembannya saat ini, Kamis (11/03).
Pengalaman tersebut dirasakan oleh Moch. Ulil Amri, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Merdeka Madiun sekaligus anggota Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Madiun yang di sana ia mengemban tugas kemanusiaan sebagai Koordinator Lapangan di Desa Alat Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Ulil mengaku bahwa ini merupakan pengalaman berbeda yang dialaminya. Ditambah yudisium yang diikutinya kali ini dilaksanakan secara online (dalam jaringan), dimana pada umumnya pelaksanaan yudisium secara offline.
“Alhamdulillah saya dikasih kesempatan spesial sekali. Saya bisa menjalani yudisium secara virtual atau online di lokasi pengungsian. Bersama masyarakat sekitar yang merupakan saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” kata Ulil.
Momentum yudisium kali ini, dimanfaatkan Ulil untuk berbagi kepada masyarakat Desa Alat, yang terdampak bencana banjir. Dimana, ia mengajak masyarakat setempat turut serta menyaksikan yudisium online yang dijalaninya.
“Tujuannya untuk memotivasi masyarakat di sini. Agar masyarakat Desa Alat menjadi SDM (sumber daya manusia) yang unggul. Jangan hanya berpasrah di jenjang pendidikan SD, SMP maupun SMA,” imbuh pemuda asal Madiun ini.
Motivasi Belajar cukup Kuat
Selama dua bulan menjalani tugas kemanusiaan di Kabupaten HST, Ulil melihat motivasi anak-anak muda di Desa Alat untuk belajar cukup kuat.
Apalagi, selama masa penanggulangan bencana di Kabupaten HST, banyak sekali mahasiswa di berbagai universitas baik di Kalsel maupun di luar Kalsel yang gotong royong membantu masyarakat terdampak banjir dan pemulihan pasca banjir di kabupaten berjuluk Bumi Murakata ini.
“Saya melihat motivasi pemuda di sini sangat tinggi. Itu terlihat selama saya berada di sini. Bukan hanya saya, mahasiswa yang berasal dari Pulau Jawa, mahasiswa lain dari Banjarmasin dan lainnya mengakui motivasi anak muda disini,” ucapnya.
“Misalnya di SDN 1 Haruyan, di mana kelas 1 hingga kelas 3 SD itu berada di atas gunung, sedangkan kelas 4 SD hingga kelas 6 SD itu berada di bawahnya. Namun semangat mereka untuk menempuh pendidikan itu sangat kuat,” tambahnya.
Ulil mengaku takjub dengan semangat yang sangat tinggi dari anak muda di wilayah ini. Kendati dipisahkan dengan jarak sejauh 3 kilometer.
Sehingga, hal tersebut menambah semangat dan motivasi Ulil untuk menjalani tugas kemanusiaan dan menyelesaikan studinya, kendati jauh dari kampung halaman karena tengah berada di tanah bencana, yaitu di Desa Alat, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST.
Ulil berharap agar pelaksanaan yudisiumnya ini, dapat menjadi pemicu semangat masyarakat, khususnya yang terdampak banjir di Desa Alat Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST.
“Harapannya dengan pelaksanaan yudisium online ini, dapat memotivasi masyarakat khususnya Desa Alat, untuk menjadi SDM yang lebih unggul dibandingkan sebelumnya. Serta doa saya untuk masyarakat Desa Alat maupun masyarakat Kalsel pada umumnya dapat segera pulih. Kita harus semangat dalam menjalani kehidupan baru,” pungkas Ulil.