TERAS7.COM – Rencana pengembangan kawasan aerocity di Banjarbaru semakin mendekati tahap realisasi. Saat ini, konsep pengembangan telah tertuang dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan tengah memasuki tahap persetujuan substansi oleh Kementerian ATR/BPN RI.
Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Banjarbaru, Eryek Triandoko, mengungkapkan bahwa proses perencanaan aerocity secara teknis telah rampung, mulai dari penyusunan materi hingga pembahasan lintas sektoral.
“Aerocity sudah masuk tahapan persetujuan substansi oleh Kementerian ATR/BPN. Harapannya tahun 2026 ini bisa diproses menjadi peraturan wali kota (perwali) dan diintegrasikan dengan sistem OSS,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Kawasan aerocity ini dirancang dengan cakupan wilayah yang cukup luas, yakni sekitar 7.000 hektare yang meliputi dua kecamatan, yaitu Liang Anggang dan Landasan Ulin. Pengembangan kawasan ini akan difokuskan pada sektor perekonomian dan perumahan sebagai penunjang pertumbuhan wilayah.
Dalam konsepnya, Bandara Internasional Syamsudin Noor akan menjadi pusat pertumbuhan utama. Keberadaan bandara tersebut diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi, sekaligus menarik investasi baru ke kawasan sekitar.
Selain itu, kawasan industri di Liang Anggang juga diproyeksikan menjadi bagian penting dalam mendukung ekosistem aerocity, sehingga menciptakan konektivitas antara sektor transportasi, industri, dan permukiman.
Eryek menambahkan, setelah RDTR disahkan melalui perwali, kawasan ini akan terintegrasi dengan sistem OSS (Online Single Submission) sebagai dasar penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), yang menjadi pintu masuk bagi investasi.
Dengan progres yang terus berjalan, aerocity Banjarbaru diharapkan menjadi salah satu proyek strategis daerah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kawasan perkotaan, serta meningkatkan daya saing daerah di masa mendatang.
Sebagai informasi, rencana pengembangan Aerocity Banjarbaru sendiri bukan hal baru. Gagasan ini pertama kali diperkenalkan dan disosialisasikan pada era kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani, sekitar tahun 2018–2019.
Pengembangan tersebut terus berlanjut hingga saat ini. Pada periode 2025–2026, Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby memfokuskan percepatan perwujudan aerocity melalui penyusunan RDTR Wilayah Perencanaan (WP) Aerocity sebagai landasan utama realisasi kawasan tersebut.