TERAS7.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotabaru mulai menyiapkan transformasi layanan transportasi darat yang lebih modern, nyaman, dan terintegrasi pada 2026.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung konektivitas antarwilayah di Kabupaten Kotabaru sejalan dengan slogan “Kotabaru Hebat”.
Kepala Dinas Perhubungan Kotabaru, Khairian Anshari, S.STP, M.Si mengatakan, tahun 2026 menjadi titik awal penerapan sistem angkutan perkotaan berbasis Buy The Service (BTS).
Salah satu terobosan yang disiapkan yakni pemecahan trayek tunggal menjadi tujuh koridor strategis yang mencakup sejumlah kawasan penting di Kotabaru.
Adapun koridor tersebut meliputi Batu Selira–Sigam–pusat kota, Jalan Panorama, Sebelimbingan–Megasari, Jalan Karya Utama, Gunung Ulin, Mandin, hingga Jalan Nusa Indah.
“Sistemnya nanti bersifat komuter tanpa terminal persinggahan di dalam kota agar lebih efisien,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Menariknya, layanan transportasi tersebut direncanakan gratis bagi masyarakat Kotabaru.
Masyarakat nantinya cukup menunjukkan KTP atau menggunakan kartu uang elektronik untuk menikmati layanan angkutan tersebut melalui halte yang telah disiapkan.
“Warga bisa menikmati fasilitas transportasi yang nyaman dan modern,” katanya.
Armada yang akan digunakan berupa minibus Grand Max dengan standar layanan modern yang dilengkapi alat keselamatan, GPS pemantau, hingga sistem pembayaran digital.
Khairian memastikan modernisasi transportasi tersebut tetap memperhatikan keberlangsungan pelaku usaha angkutan yang sudah ada sebelumnya.
Menurutnya, pengusaha angkutan existing akan tetap diberdayakan dan dilibatkan dalam sistem transportasi baru tersebut.
Selain itu, program tersebut juga diproyeksikan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal.
“Saat ini armada sekitar 60 unit, sementara pengemudi baru tersedia 40 orang. Artinya masih ada kebutuhan sekitar 20 driver lagi yang akan diprioritaskan untuk warga lokal Kotabaru,” tambahnya.
Keberhasilan layanan rute perintis Kotabaru–Sengayam pada 2025 disebut menjadi pemicu percepatan pengembangan transportasi di daerah tersebut.
Rute yang sebelumnya ditargetkan berjalan pada 2027 kini dipercepat pelaksanaannya menjadi 2026.
Nantinya, rute langsung Kotabaru–Sengayam akan dialihkan menjadi Kotabaru–Serongga yang diproyeksikan sebagai pusat transit utama.
Dari Terminal Serongga, masyarakat dapat melanjutkan perjalanan menuju wilayah pedalaman seperti Hampang maupun rute lintas provinsi ke Banjarmasin, Balikpapan hingga Samarinda.
“Target kami adalah konektivitas transportasi yang terintegrasi sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah, murah, dan terukur,” pungkasnya.