TERAS7.COM – Dalam upaya pembinaan atlet disabilitas, penguatan peran guru olahraga di Sekolah Luar Biasa (SLB) sebagai ujung tombak dalam menemukan dan mengasah potensi siswa perlu dilakukan.
Hal itu disampaikan langsung Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Bagus Sugiarta.
Bagus menilai, saat ini peran guru olahraga di SLB masih minim. Padahal menurutnya, guru olahraga di SLB merupakan ujung tombak menemukan dan mengasah potensi siswa.
“Guru olahraga di SLB memiliki peran penting, tetapi saat ini pemantauan terhadap peran mereka masih minim. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Dispora Kaltim menyadari bahwa pembinaan yang lebih terfokus dan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kualitas atlet disabilitas.
Oleh karena itu, Bagus memastikan komitmen pihaknya untuk terus memantau perkembangan ini secara lebih intensif.
“Kami akan melakukan evaluasi dan penguatan lebih lanjut, sehingga pembinaan atlet disabilitas dapat berjalan maksimal,” tukasnya.