TERAS7.COM – DPRD Kabupaten Banjar kembali membahas sejumlah agenda strategis dalam Rapat Paripurna 2025, Kamis (13/11/2025), yang turut dihadiri unsur TNI sebagai bentuk penguatan kerja sama lintas sektor dalam pembangunan daerah.
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Banjar, H Agus Maulana, S.H., turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Banjar, Polres Banjar, Kejaksaan Negeri Martapura, Dinas Perhubungan, sejumlah SKPD, staf ahli bupati, hingga insan media. Keterlibatan banyak pihak mencerminkan pentingnya agenda pembahasan yang erat kaitannya dengan arah pembangunan daerah tahun mendatang.
Pada kesempatan tersebut, DPRD Banjar menyampaikan beberapa Raperda inisiatif yang menyasar sektor strategis, mulai dari tata kelola pemerintahan desa hingga peningkatan ekonomi daerah. Salah satunya Raperda perubahan regulasi pemerintahan desa untuk memperkuat akuntabilitas dan efektivitas penggunaan anggaran desa.
Selain itu, dibahas pula Raperda tentang penataan toko swalayan guna menjaga keseimbangan antara ritel modern dan keberlangsungan UMKM lokal. Raperda ekonomi kreatif juga masuk dalam agenda untuk mendorong pertumbuhan sektor inovatif berbasis seni, budaya, dan kerajinan khas Banjar. DPRD turut mengusulkan Raperda pembinaan olahraga daerah untuk memperkuat fasilitas dan mencetak generasi atlet berprestasi.
Tak hanya itu, Paripurna juga menetapkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026 sebagai pedoman arah legislasi pemerintahan daerah. Dokumen tersebut mencakup rencana regulasi di bidang administrasi, penataan ruang, pelayanan publik, hingga peningkatan kualitas lingkungan hidup.
Perubahan alat kelengkapan dewan turut disampaikan, bersamaan dengan pemandangan umum serta pendapat akhir fraksi-fraksi terkait beberapa Raperda strategis seperti pengelolaan sampah, pengurangan limbah, sistem penanggulangan karhutla, penyelenggaraan perhubungan, dan administrasi kependudukan.
Setiap fraksi menegaskan perlunya kerja bersama dalam mempercepat pelaksanaan kebijakan, terutama pada isu lingkungan dan mitigasi bencana yang menjadi tantangan tahunan di Kabupaten Banjar. Sorotan utama mencakup pentingnya sistem deteksi dini kebakaran hutan dan lahan, penataan ruang adaptif untuk mengurangi potensi banjir, serta penguatan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kodim 1006/Banjar yang diwakili Kapten Inf Dudy Suaspriyadi menyampaikan komitmen TNI dalam mendukung stabilitas keamanan dan pembangunan daerah. Menurutnya, TNI siap memperkuat koordinasi, terutama dalam upaya pencegahan bencana, penanggulangan karhutla, hingga percepatan pembangunan wilayah.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkokoh fondasi pembangunan Kabupaten Banjar, terutama dalam menghadapi tantangan seperti perubahan iklim, peningkatan risiko karhutla, serta kebutuhan percepatan infrastruktur dan layanan publik.