TERAS7.COM – Isu lingkungan hidup kini tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim dan persoalan lingkungan, kaum perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan dari lingkup keluarga hingga masyarakat.
Semangat itulah yang dibawa Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tapin saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) dan GOW se-Kalimantan Selatan di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (3/6/2026).
Mengusung tema “Sinergi Perempuan Berkarya: Menguatkan Peran BKOW dan GOW dalam Gerakan Peduli Lingkungan Berkelanjutan”, kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi organisasi perempuan se-Kalimantan Selatan dalam memperkuat kontribusi terhadap pembangunan berwawasan lingkungan.
Ketua GOW Kabupaten Tapin, Hj. Elya Hartati Juanda, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi yang sangat penting dalam membangun budaya peduli lingkungan karena berperan langsung dalam membentuk pola pikir dan kebiasaan keluarga.
Menurutnya, upaya menjaga kelestarian lingkungan harus dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti pengelolaan sampah rumah tangga, pengurangan penggunaan plastik, hingga pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
“Rakor ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antarorganisasi perempuan, tetapi juga forum strategis untuk memperkuat sinergi dan menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang kita hadapi bersama,” ujarnya.
Hj. Elya menilai, perempuan memiliki kemampuan besar untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui organisasi-organisasi perempuan, edukasi dan gerakan peduli lingkungan dapat menjangkau lebih banyak keluarga dan komunitas secara berkelanjutan.
“Perempuan tidak hanya berperan sebagai pendamping dalam keluarga, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial. Ketika perempuan bergerak, maka akan lahir kesadaran kolektif yang mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan gerakan lingkungan yang berdampak nyata.
Menurutnya, tantangan lingkungan saat ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk perempuan yang selama ini menjadi ujung tombak pembinaan keluarga dan masyarakat.
Melalui Rakor BKOW dan GOW se-Kalimantan Selatan tersebut, GOW Kabupaten Tapin berharap berbagai ide, inovasi, dan program yang dihasilkan dapat diterapkan di daerah masing-masing, sehingga mampu memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Harapan kami, hasil rakor ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi menjadi langkah nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, perempuan dapat menjadi kekuatan besar dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” pungkasnya.