TERAS7.COM – Universitas Borneo Lestari resmi memiliki gedung rektorat baru yang megah dan representatif. Peresmian gedung tersebut digelar pada Rabu (5/11/2025) dan dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, bersama jajaran civitas akademika serta pengurus Yayasan Borneo Lestari.
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas perkembangan pesat Universitas Borneo Lestari. Ia menilai, keberadaan kampus ini telah memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda yang berprestasi dan siap mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Hari ini kita sangat bangga, baik saya pribadi maupun atas nama pemerintah, mengucapkan selamat kepada Universitas Borneo Lestari. Tadi kita mendengar banyak prestasi yang diraih oleh tenaga pendidik maupun mahasiswa. Ini luar biasa,” ujar Muhidin.
Muhidin juga mengungkapkan bahwa dalam waktu tiga tahun, Universitas Borneo Lestari telah memiliki 2.090 mahasiswa dan 90 tenaga pendidik. Ia berharap, dengan selesainya pembangunan gedung rektorat ini, jumlah mahasiswa dan tenaga pendidik akan terus bertambah, seiring dengan meningkatnya mutu pendidikan yang diberikan.
“Saya berharap para pendidik dapat mengeluarkan ilmu sebanyak-banyaknya kepada anak didik, agar setelah lulus mereka bisa mengabdi kepada negara dan bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Borneo Lestari, Dra. H. Akhmad Yanie, M.Si., Apt., menjelaskan bahwa gedung rektorat ini menjadi salah satu proyek pembangunan terbesar dalam sejarah universitas tersebut. Dengan luas sekitar 3.600 meter persegi yang terdiri dari tiga lantai, pembangunan ini disebut sebagai langkah penting untuk memperkuat infrastruktur akademik kampus.
“Dari segi luas dan anggaran, ini adalah pembangunan terbesar kami. Kami juga sebelumnya telah membangun laboratorium besar yang dapat menampung seluruh mahasiswa untuk kegiatan praktikum,” ungkap Akhmad Yanie.
Ia menambahkan, Universitas Borneo Lestari saat ini menaungi tiga fakultas dan sepuluh program studi, dengan mayoritas mahasiswa berasal dari Fakultas Farmasi. Sejarah berdirinya universitas ini berawal dari Sekolah Tinggi Farmasi pada tahun 2013, kemudian berkembang menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) pada 2015, dan akhirnya bergabung menjadi Universitas Borneo Lestari pada tahun 2022.
“Harapan kami, dengan berdirinya gedung rektorat ini, mahasiswa semakin bersemangat untuk berprestasi dan meningkatkan kualitas diri,” pungkasnya.
Gubernur Resmikan Gedung Rektorat Universitas Borneo Lestari, Simbol Kemajuan Pendidikan di Banua
Leave a review
Leave a review