TERAS7.COM – Saat rapat pleno dan rekapitulasi Pemilu 2024 tingkat Kecamatan Martapura Kota di Kabupaten Banjar beberapa hari lalu, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dikabarkan menghilang entah kemana.
Bahkan, hilangnya Ketua PPK Martapura Kota yang bernama Najamudin itu diisukan karena menerima sejumlah uang dari salah satu partai atau calon legislatif (caleg) untuk menaikkan jumlah suara.
Saat dikonfirmasi terkait isu tersebut, Ketua PPK Najamudin membantah jika dirinya telah menerima uang dari salah satu partai atau caleg.
“Bahwa isu tidak benar, saya tidak menerima uang sama sekali dari partai atau caleg yang untuk menaikkan suara,” jelasnya, Kamis (29/02/2024) malam.
Najamudin menambahkan, dilihat dari hasil pleno serta sinkronisasi rekapitulasi saat ini berjalan lancar dan tidak adanya penggelembungan suara.
“Maka dapat dilihat dari pleno hari ini hasilnya dapat diterima oleh semua saksi, dimana sinkron data secara aturan yang dikawal oleh para saksi dan Panwascam,”terangnya.
Saat ditanyakan selama beberapa hari tidak ada di tempat pleno, Najamudin berdalih jika sakit maagnya kambuh sehingga tidak dapat berada di Kecamatan saat pleno.
“Selama empat hari maag saya kambuh sehingga tidak dapat ditemui ditempat,” ucapnya.
Saksi dari PSI, Sahli mengungkapkan, bahwa rekapitulasi yang sempat tertunda dan ketua PPK yang diduga menghilang selama 5 hari lamanya, akhirnya hari ini bisa berjalan dan tadi malam dikelukan D3nya sampai akhirnya ketua PPK dijemput oleh Kapolsek dan anggota di rumahnya lalu dibagikan lah salinan D3.
“Dan Alhamdulillah hari ini pleno kecamatan dilaksanakan pada jam dua siang tadi dengan ditambahnya pengamanan oleh polres Banjar dikarenakan adanya aksi kemarin karena tidak sesuai aturan,” terangnya.
Sebelumnya pihak PPK hendak menunda pleno di tanggal 2 Maret 2024 yang dianggap oleh para saksi tidak sesuai aturan yang rasional.
Padahal secara jadwal pada tanggal 2 tersebut adalah pleno tingkat kabupaten di Novotel.
Berkembang isu di kalangan saksi dan dari sumber internal PPK bahwa Ketua PPK ingin mengundurkan diri dengan alasan yang tidak jelas.
“Kami berharap petugas PPK bisa bekerja dengan jujur dan Adil serta bertanggungjawab terhadap netralitas,” pungkasnya.
Ia juga membeberkan bahwa Ketua PPK sempat diduga terlihat berada di kedai Lembah yang kemudian bergeser ke tempat lain.
Ia juga membeberkan, menurut anggota PPK lain bahwa Ketua PPK sering berada di kedai Lembah Martapura, sebelum akhirnya dijemput oleh pihak kepolisian di rumahnya.
Ditempat yang sama Saksi Partai Gerindra Yasfa mengatakan, untuk pleno hari hari ini telah selesai dengan finalisasi yang ada sasuai dengan data pihaknya miliki.
“Pleno jali telah selesai sama denga data yang kita miliki tidak adanya pengurngan serta penambahan suara,” ungkpnya.
Ia melanjutkan sebelumnya sempat terdapat kendala yakni Ketua PPK tidak ada ditempat, dan adanya indikasi-indikasi kecurigaan terkait data tatapi disaksikan oleh seluruh saksi bahwa data tersebut aman.
“Sempat ada kendala yaitu ketua PPK hilang sehingga menimbulkan adanya indikasi-indikasi kecurigaan tentang data, tetapi telah disaksikan oleh sel para saksi data tersebut aman,” terangnya.
Saksi Partai Gerindra ditanyakan terkait Ketua PPK tidak ada, ia mendapatkan info bahwa ketua PPK tersebut sakit dan berada dirumah, saat bertatap muka tenyata terlihat sakit serta dibawa ke kecamatan dengan ambulance.
“Info yang kami dapat bahwanya Ketua PPK sakit dan istirahat dirumah, saat bertemu di kecamatan tenyata terlihat sakit dan dibawa ke kecamatan menggunakan ambulance,” tutupnya.