Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Ikan Budidaya Mati, Kadis Perikanan Turun ke Lokasi
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Ikan Budidaya Mati, Kadis Perikanan Turun ke Lokasi

Tim Redaksi
Tim Redaksi 12 Januari 2019, 01.44
Share
WhatsApp Image 2019 01 11 at 13.14.52
Kadis Perikanan Kabupaten Banjar H Riza Dauly kunjungi petambak yang ikan budidaya miliknya mati massal
SHARE

TERAS7.COM – Matinya ratusan ekor ikan patin per hari yang berada di kawasan sentral tambak ikan patin di Jalan UPT. Riam Kanan 2 Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, menjadi perhatian utama Dinas Perikanan Kabupaten Banjar.

Pasalnya, menurut salah satu petambak ikan patin, Muhammad Maturidi atau Atur (40),  2 hari terakhir ikan patin miliknya mati. Setidaknya yang ia hitung sampai kemarin, sudah ada 250 ekor yang mati.

Ia pun mengira, penyebab matinya karena cuaca belakangan  yang hujan panas, juga akibat kurangnya air bersih karena pembersihan irigasi. “Tahun lalu juga pernah seperti ini, dan kejadian saat pembersihan saluran irigasi,” ucapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan H. Ruspandi, ia menyatakan setidaknya akibat cuaca yang tidak menentu, juga pengurangan kuantitas air yang mengalir di irigasi karena pembersihan, sekitar 3000 ekor anakan ikan patinnya mati.

Fungsional Pengendali Hama Penyakit Ikan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, drh. Bambang Setyo Sihananto sendiri  menjelaskan bahwa Tim Gabungan Dinas Perikanan Kabupaten Banjar dan BPBAT Mandiangin sudah melakukan pengambilan sampel dan pengukuran kualitas air di tambak ikan yang ikannya mati.

Baca juga :

Mahfudz Anggota DPRD Banjar Dorong Peningkatan Budidaya Ikan Untuk Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Anak

Mahasiswa FKIK ULM Berinovasi Olahan Ikan Papuyu di Karang Intan

Ikan Mirip Louhan Muncul di Waduk Riam Kanan, DKPP Kabupaten Banjar Lakukan Pemantauan

“Menurut hasil sementara yang kami lakukan, kualitas air kurang bagus akibat kurang oksigen. Nanti hasil pemeriksaan ini akan kami laporkan ke pihak terkait,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar, H Riza Dauly, yang turun langsung ke lokasi tambak ikan yang mengalami kematian ikan massal, menurutnya, dilihat dari penampakan ikan yang mati dan kondisi kolam, kemungkinan besar kematian ikan disebabkan oleh kekurangan oksigen.

Beberapa ikan mati yang ditemukan mengambang di permukaan kolam atau danau, sebenarnya belum tentu tanda adanya sebuah masalah serius yang menyebabkannya, karena wajar merupakan bagian dari proses alam. Sebut saja seperti karena sudah tua, stress atau predator.

Namun lain ceritanya, jika ikan yang ditemukan mati dan sekarat dalam jumlah besar dalam skala waktu bersamaan. Ini menandakan suatu masalah serius yang terjadi di lingkungan tersebut dan perlu untuk diselidiki serta diketahui apa penyebabnya.

Namun, memang penyebab kematian ikan secara tiba-tiba dalam jumlah besar di kolam sering diakibatkan karena deplesi oksigen pada malam hari. Deplesi oksigen terjadi ketika konsumsi oksigen melebihi produksi oksigen.

Peningkatan konsumsi oksigen dapat disebabkan oleh kelimpahan berlebihan tanaman air atau ganggang dalam ekosistem, peningkatan sampah organik yang memasuki air (seperti pupuk kandang dari feedlots, air limbah septic tank, dan kelebihan pakan ikan yang akhirnya menjadi endapan), kematian dan pembusukan bahan organik (misalnya, tanaman atau ganggang mati), atau dengan bahan kimia tertentu (misalnya, formalin) yang menghilangkan oksigen langsung dari kolom air.

WhatsApp Image 2019 01 11 at 13.14.51
Penyebab kematian ikan masih diteliti di laboratorium, namun kemungkinan besar karena kekuraangan oksigen

Kematian akibat deplesi oksigen atau kekurangan oksigen sering terjadi pada jam-jam mendekati waktu subuh.

Gejala kekurangan oksigen terlarut cenderung lebih mempengaruhi ikan besar dibandingkan ikan kecil, dikarenakan rasio luas permukaan insang berbanding massa tubuh ikan. Tapi semua ukuran ikan biasanya terpengaruh. Warna dan kejernihan air kolam dapat berubah dan bau busuk dapat tercium.

Untuk mencegah ikan mati karena kekurangan oksigen bisa dilakukan beberapa tindakan berikut, jangan terlalu banyak meletakkan ikan dalam satu kolam, jangan memberi makan lain selain untuk ikan, pagari kolam, usahakan agar tidak ada limbah atau kotoran hewan yang menjadi endapan, gunakan probiotik dengan baik dan gunakan aerator atau kincir air Olimpia agar sirkulasi oksigen di air dapat terjaga.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Mahfudz Anggota DPRD Banjar Dorong Peningkatan Budidaya Ikan Untuk Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Anak

Mahasiswa FKIK ULM Berinovasi Olahan Ikan Papuyu di Karang Intan

Ikan Mirip Louhan Muncul di Waduk Riam Kanan, DKPP Kabupaten Banjar Lakukan Pemantauan

Kalsel Lampaui Rata-rata Nasional, Konsumsi Ikan Capai 65,75 Kg per Kapita

Kalsel Kembangkan Produksi Albumin dari Ikan Haruan, Targetkan Pasar Lebih Luas

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?