TERAS7.COM – Warga di Kabupaten Tabalong masih banyak takut berobat atau memeriksakan diri ke layanan kesehatan umumnya seperti Puskesmas atau Rumah Sakit.
Sikap warga itu dikarenakan termakan isu hoaks yang berseliweran di media sosial yang menganggap setiap pasien berobat akan dicovidkan.
Padahal, setiap pasien yang berobat maupun yang memeriksakan diri akan diskrining terlebih dahulu untuk memastikan terpapar Covid-19 atau tidak.
Ini juga dilakukan agar petugas kesehatan tidak beresiko tertular saat menangani pasien juga untuk melacak kasus di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong dr. Taufiqurrahman Hamdi, menegaskan, dalam masa pandemi ini yang mana Covid-19 masih banyak kasusnya, bukan berarti kita tidak melayani kasus yang lain.
Karena, kasus yang lainnya juga penting untuk dilayani karena menyangkut hidup orang banyak dan mekanismenya di Puskesmas atau rumah Sakit sebelum mereka datang itu ada penyaringan.
“Jadi, kalau orang ada keluhan itu akan di saring disana apakah dia kearah Covid atau tidak. Yang tidak kearah Covid maka akan di berikan pelayanan langsung walaupun sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.
dr. Taufik pun kembali menegaskan, baik Puskesmas maupun Rumah Sakit tak semena-mena memvonis pasien terpapar Covid-19.
“Penjaringan pasien memang wajib dilakukan pada semua pasien di masa pandemi ini, guna memberikan rasa aman baik untuk pasien maupun untuk tenaga kesehatan yang bertugas,” tandasnya.