TERAS7.COM – Euforia dan kebanggaan menyelimuti panggung Pemilihan Nanang Galuh Kebudayaan Kalimantan Selatan 2025 setelah Muhammad Arik Qobus, perwakilan Kabupaten Banjar, resmi dinobatkan sebagai Nanang Kebudayaan Kalimantan Selatan 2025.
Arik berhasil mengungguli finalis lain melalui rangkaian seleksi ketat yang menguji wawasan budaya, kemampuan komunikasi, etika, serta penampilan bakat.
Usai penobatan, Arik mengaku tak mampu membendung rasa harunya. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan hanya hasil kerja keras pribadi, tetapi juga dukungan penuh dari banyak pihak.
“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Terima kasih kepada orang-orang yang selalu mendampingi perjalanan saya selama persiapan. Dukungan keluarga, pembina, serta tim Kabupaten Banjar sangat berarti,” ujarnya.
Arik merupakan peserta delegasi dari dinas terkait Kabupaten Banjar, daerah yang dikenal aktif melestarikan budaya lokal. Sejak awal seleksi hingga malam grand final, ia berusaha tampil konsisten dan menunjukkan karakter yang mencerminkan nilai-nilai budaya Kalimantan Selatan.
Para finalis sebelumnya menjalani sesi wawancara mendalam terkait pengetahuan budaya lokal, isu kemasyarakatan, serta sikap dan perilaku yang mencerminkan etika masyarakat Banjar.
“Juri menilai bukan hanya pengetahuan budaya, tetapi juga bagaimana kita bersikap, berperilaku, dan menjadi teladan. Itu bagian penting dari seorang Nanang,” jelas Arik.
Pada sesi penampilan bakat, Arik memukau dewan juri lewat kesenian Pari Sirang Menyerang, tarian tradisional bernuansa ketangkasan khas Banjar. Tampil bersama rekannya sesama perwakilan Kabupaten Banjar, koreografi mereka mendapat apresiasi tinggi dan menjadi salah satu penentu kemenangan.
“Kami berlatih cukup lama untuk membawakan Pari Sirang Menyerang. Alhamdulillah, penampilan itu turut mengantarkan saya ke posisi puncak,” ucapnya.
Bagi Arik, gelar tingkat provinsi ini bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah untuk menjadi duta budaya yang aktif mengedukasi, mempromosikan, dan memperkuat pelestarian seni tradisi.
“Harapan saya, semoga bisa bekerja sama dengan pemerintah dan komunitas budaya untuk menjalankan visi-misi pelestarian kebudayaan. Saya ingin memberikan dampak nyata, khususnya bagi generasi muda agar makin mencintai budaya Banua,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa prestasi ini menjadi motivasi untuk terus belajar serta memperluas kontribusinya dalam mengenalkan budaya Kalimantan Selatan, baik di tingkat regional maupun nasional.
Ajang Nanang Galuh Kebudayaan Kalimantan Selatan merupakan agenda tahunan yang bertujuan melahirkan duta budaya yang mampu menjadi representasi nilai-nilai daerah sekaligus penggerak pelestarian seni dan tradisi.
Dengan terpilihnya Muhammad Arik Qobus sebagai Nanang Kebudayaan 2025, harapan pun tumbuh agar semangat pelestarian budaya Banjar semakin kuat dan dikenal lebih luas.