TERAS7.COM – Dieng merupakan dataran tinggi kawasan gunung yang masih aktif di Jawa Tengah, Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya di sebelah bagian barat kawasan Gunung Sindoro dan Sumbing.
Kawasan yang memiliki tinggi rata-rata sekitar 2.000 meter dari permukaan laut ini terkenal karena keindahan alam dan situs sejarahnya. Setiap Agustus, kawasan ini digelar acara rutin yang dikenal dengan nama popular Dieng Culture Festival. Agustus 2019 ini akan digelar pada tanggal 2 sampai 4 Agustus 2019.
Pengunjung DCF akan disuguhi serangkaian acara yang beberapa diantaranya menjadi andalan di acara helaan tahunan ini. Namun sebelumnya kita kilas sejarah awal mula diadakannya DCF.
Awal Mula Digelar DCF
DCF diselenggarakan pertama kali pada tahun 2010, festival ini merupakan ide gagasan Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandawa. Tujuan acara ini adalah sebuah upaya menggabungkan konsep budaya, wisata alam dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat kawasan Dieng.
Pada Awalnya festival ini diberi nama Pekan Budaya, baru kemudian di tahun ketiga diganti menjadi Dieng Culture Festival. Di acara ini digelar acara potong rambut gimbal, musik jazz di atas awan, festival lampion dsb. Nah, berikut ini jadwal acara DCF Agustus 2019.
Jadwal DCF
- Jazz Di Atas Awan
Anda bisa bayangkan bagaimana rasanya mendengarkan musik jazz di alam terbuka kawasan ketinggian. Di DCF pengunjung akan disuguhkan lantunan merdu musik jazz yang nantinya dibawakan oleh pemusik jazz indie dan nasional.
- Festival Domba Batur
Domba batur merupakan persilangan domba lokal kawasan dieng, yaitu domba gembel (ekor tipis) dengan domba domba texel dan domba suffolk. Pengunjung DCF bisa melihat domba yang memiliki bulu lebih banyak dibandingkan dengan domba biasa.
- Java Coffee Festival
Dieng memiliki lahan kopi arabika sekitar 549,62 hektare dan robusta sekitar 1.854,83 hektare. Di festival ini akan digelar promosi seluruh kopi di Dieng, pengunjung bisa menikmati dan membeli kopi Dieng.
- Tradisi Potong Rambut Gembel
Ruwatan potong rambut gembel akan menjadi acara puncak dalam acara DCF. Berdasarkan kepercayaan masyarakat Dieng, upacara ruatan potong rambut gimbal dilakukan untuk membuang malapetaka, sial dan marabahaya.
Fenomena anak dengan rambut gimbal menjadi fenomena unik yang hanya terjadi di sejumlah desa di kawasan Dieng. Rambut gimbal tumbuh secara alami bukan rekayasa. Dipercaya rambut gimbal anak Dieng merupakan titipan penguasa alam gaib. Rambut gimbal baru bisa dipotong jika itu muncul dari permintaan anak yang bersangkutan.
Sebelum acara potong rambut, akan ada ritual di beberapa tempat, yaitu di Candi Dwarawati, Sendang Maerokoco, Kompleks Candi Arjuna, Candi Gatotkaca, Candi Bima, Telaga Balaikambing, Sawah Sikidang, ua di Telaga warna. Setelah ritual doa dilakukan di tempat-tempat tersebut barulah kemudian acara potong rambut gimbal dilakukan.