TERAS7.COM – Kerusakan parah pada ruas Jalan Muara Pitap–Lingsir menuai keluhan masyarakat. Kondisi jalan yang dipenuhi lubang dinilai menghambat aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama saat hujan mengguyur.
Seorang warga yang kerap melintas di jalur tersebut mengungkapkan, kerusakan jalan memaksa pengendara untuk ekstra hati-hati. Situasi semakin sulit ketika membawa barang atau dalam kondisi terburu-buru.
“Kerusakan jalan ini sangat menyulitkan kami saat beraktivitas, apalagi kalau membawa barang atau sedang terburu-buru,” ujarnya, Jumat (13/02/2026).
Menurutnya, risiko keselamatan meningkat saat musim hujan. Lubang-lubang yang tertutup genangan air membuat pengendara tidak dapat memperkirakan kedalaman jalan yang rusak.
“Kalau hujan, lubangnya tertutup air. Kami jadi tidak tahu mana yang dalam dan mana yang tidak. Itu cukup berisiko bagi pengendara,” tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Perkim Kabupaten Balangan, Rina, memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah penanganan.
Ia menjelaskan, proyek perbaikan ruas tersebut telah masuk dalam perencanaan Tahun Anggaran 2026 dengan nama kegiatan Peningkatan Jalan Muara Pitap–Lingsir.
“Insya Allah sudah ada paketnya di tahun anggaran 2026 ini dengan nama kegiatan Peningkatan Jalan Muara Pitap–Lingsir,” jelasnya.
Meski demikian, pelaksanaan fisik pekerjaan diperkirakan tidak rampung dalam satu tahun anggaran. Pengerjaan proyek tersebut kemungkinan akan berlanjut hingga Tahun Anggaran 2027.
“Untuk pelaksanaannya kemungkinan bersambung ke tahun anggaran 2027,” pungkasnya.