TERAS7.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengambil langkah preventif menghadapi tradisi lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadan 1447 H dengan menggelar kegiatan Pasar Murah di seluruh kabupaten dan kota se-Kalsel pada Februari–Maret 2026.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat agar kebutuhan pokok tetap terjangkau selama bulan suci.
“Pasar Murah ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi kenaikan kebutuhan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan,” ujar Ahmad Bagiawan, Rabu (4/2/2026).
Ahmad menambahkan, tradisi peningkatan konsumsi masyarakat saat Ramadan kerap memicu kenaikan harga komoditas pangan. Kehadiran Pasar Murah diharapkan dapat menekan lonjakan harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani biaya tinggi.
“Biasanya menjelang Ramadan, kebutuhan bahan pokok meningkat cukup signifikan. Dengan adanya Pasar Murah, kami berharap masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga,” tambahnya.
Meski secara umum harga bahan pokok di Kalsel relatif stabil, Ahmad menyebut beberapa komoditas mengalami kenaikan, seperti cabai dan ayam pedaging.
Selain itu, Pemerintah Provinsi juga berkomitmen melakukan pengawasan distribusi serta menjaga mutu dan harga pangan melalui sinergi dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan terkait.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar distribusi berjalan lancar dan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
Dengan digelarnya Pasar Murah di seluruh kabupaten dan kota, Pemprov Kalsel berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan nyaman.