TERAS7.COM – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat kerja sama pengembangan geopark bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui skema BIMP-EAGA (Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area).
Kerja sama ini dipandang sebagai langkah strategis dalam mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan sekaligus upaya konservasi kawasan bernilai geologi tinggi di wilayah timur Indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady melalui Kepala Seksi Kerja Sama dan Kemitraan, Abdul Karim Zaidan, Rabu (4/2/2026), menyampaikan bahwa pengembangan geopark menjadi salah satu fokus utama dalam kerja sama pariwisata lintas provinsi tersebut.
“Pengembangan geopark menjadi prioritas karena memiliki nilai strategis dalam mendukung pariwisata berkelanjutan sekaligus pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masing-masing daerah memiliki potensi geopark yang dapat dikembangkan secara terintegrasi, baik dari sisi promosi, pengelolaan kawasan, hingga penguatan industri pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Selain pengembangan geopark, kerja sama BIMP-EAGA di bidang pariwisata juga mencakup promosi dan event bersama, pengembangan industri pariwisata, penyusunan paket wisata lintas wilayah, serta penguatan konsep pariwisata berkelanjutan.
Menurut Abdul Karim, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing destinasi pariwisata regional, sekaligus memperluas jejaring kerja sama antarprovinsi di kawasan timur Indonesia.
“Dengan kolaborasi yang kuat, potensi geopark di masing-masing daerah dapat dikelola secara optimal dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Melalui kerja sama BIMP-EAGA ini, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan optimistis pengembangan geopark tidak hanya menjadi ikon pariwisata, tetapi juga sarana edukasi, konservasi lingkungan, dan penggerak ekonomi kreatif daerah.