TERAS7.COM – Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru turut membahas tentang Kebakaran Hutan dan Lahan ( Karhutla) yang berdampak pada kabut asap, Senin (16/09).
Dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru Wartono dan Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani serta dihadiri oleh Sekertaris Dareah Kota Banjarbaru Said Abdullah, anggota DPRD dan seluruh Kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dan Camat se Kota Banjarbaru ini, awalnya pembacaan pandangan umum praksi-praksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020.
Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani usai rapat paripurna mengatakan banyak masukan konkrit yang telah disampaikan oleh fraksi fraksi dewan terutama terkait bagaimana upaya meningkatkan penerimaan terus bagaimana mengefisienkan dan mengefektifkan alokasi anggaran dengan program-program.
“Bahwa penyampaian ini adalah fungsi dan controlling dewan terkait dengan fungsi budgeting fungsi penganggaran dan tadi telah kita sampaikan tanggapan kita yang sangat menarik juga disoroti oleh fraksi,” ujarnya.
Selain itu juga rapat paripurna kali ini juga membahas tentang karhutla yang menyebabkan kabut asap di Kota Banjarbaru yang mana dari status siaga mulai juli 2019 lalu dinaikkan jadi status darurat karhutla pada bulan ini.
“Maka dari itu seluruh SKPD kita bergerak bersama-sama untuk melawan karhutla dan kita sudah membagi tugas kepada masing-masing SKPD,” lanjut Nadjmi.
Diduga banyaknya lahan yang terbakar di wilayah Banjarbaru yang dilakukan oleh para petani yang ingin memperluas lahan nya, Nadjmi menepis hal itu karena menurutnya di beberapa lokasi titik terjadinya kebakaran lahan tidak terdapat lahan pertanian milik masyarakat Banjarbaru.
Ia menduga bahwa kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Banjarbaru berasal dari pembakaran lahan dari wilayah tetangga.

“Karena lahan rawa atau lahan gambut yang mengalami kebakaran di situ tidak ada wilayah pertanian milik masyarakat Banjarbaru apalagi lahan sawit, diduga kebakaran ini berasal dari wilayah tetangga yang meluas hingga masuk ke wilayah kita Banjarbaru,” ungkapnya.
Sementara wakil ketua DPRD kota Banjarbaru Wartono mengatakan, menyikapi kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kabut asap di wilayah Kota Banjarbaru DPRD kota Banjarbaru juga melakukan pemantauan melalui anggota dewan di masing-masing daerah pilihan (Dapil).
“Anggota dewan kita juga berkoodinasi dengan SKPD terkait, melakukan pemantauan di masing-masing dapilnya, juga ada yang turun ke lapangan lokasi kebakaran serta ikut memadamkan api,” ucapnya.
Selain itu akibat terdampaknya karhutla di wilayah Kota Banjarbaru maka diharapkan masyarakat menggunakan pelindung hidung dan mulut seperti masker dan juga mengurangi kegiatan di luar rumah.
Ia beranggapan kebakaran hutan yang terjadi selain diakibatkan oleh faktor alam juga di akibatkan faktor manusia yang yang dengan sengaja membuka lahan dengan cara membakar.
“Kebakaran ini kan terjadi bisa diakibatkan oleh api yang berasal dari bawah tanah lahan gambut yang bisa menyebabkan kebakaran di beberapa titik namun juga diakibatkan oleh faktor manusia yang dengan sengaja membakarnya itu terbukti dengan penangkapan yang dilakukan oleh TNI terhadap para pelaku pembakaran,” menurutnya.