TERAS7.COM – Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani menghadiri acara Start Up Workshop Pengembangan Sarana dan Prasarana Enam Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Protek 6in1 SBSN PTIKN di UIN Antasari Banjarmasin, bertempat di Hotel Mercure Banjarmasin, Jum’at (14/12).
Dalam acara tersebut, selain berhadir Rektor UIN Antasari Banjarmasin Prof DR H Mujiburrahman, turut berhadir pula mantan Rektor UIN Prof DR H Akhmad Fauzi Aseri, dan juga hadir dari jajaran rektorat UIN Antasari Banjarmasin.
Dalam kesempatan ini, Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani memberikan materi tentang arah perkembangan Kota Banjarbaru menjadi Kota Pendidikan dan juga menjelaskan bahwa kota masa depan Kalimantan Selatan ada di Banjarbaru.

“Kenapa dikatakan Kota Masa Depan karena letak bandara sekarang ada di Banjarbaru yang masih dalam tahap renovasi dan akan akan menjadi bandara internasional, Banjarbaru juga menyiapkan konsep aero city (kota berbasis bandara), sudah didukung oleh 5 kementerian, termasuk didalam arealnya 5600 Hektar termasuk Pengembangan kampus UIN Antasari Banjarmasin,” ucap orang nomor satu di Banjarbaru ini.
H Nadjmi Adhani juga menuturkan, Banjarbaru sebagai kota pelayanan berkarakter akan memberikan layanan kepada masyarakat dengan pelayanan yang terbaik. “Dengan dasar layanan inilah orang akan berkunjung ke Banjarbaru,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan tentang pendidikan berkarakter, yaitu ada 5 karakter. Pertama religius, kedua berakhlak mulia, ketiga cinta tanah air, keempat cinta lingkungan dan kelima mandiri serta pandai berwirausaha.
“Pemerintah Kota Banjarbaru menyambut baik rencana pemindahan kampus, karena ini akan berdampak signifikan pada peningkatan IPM dan berdampak secara ekonomi bagi Banjarbaru,” ujar Nadjmi Adhani.
Peran Pemerintah Kota Banjarbaru, kata Walikota Banjarbaru, saat ini menyiapkan jalan, saluran pembuangan air, gardu listrik dan embung.
“Tinggal di Kota Banjarbaru adalah pilihan cerdas dan berfikir jangka panjang, mempunyai konsep pengembangan kota, kemudian pengembangan kampus adalah bagian konsep pengembangan kawasan aero city (kota berbasis bandara), sehingga harapan menjadi kampus internasional bisa tercapai, karena dapat mendatangkan dosen dari luar, sebab jarak antara bandara ke kampus sekiar 30 menit perjalanan,” pungkasnya.