Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Ketua BPH AMAN Kalsel Palmijaya: Hutan Adat Adalah Sumber Kehidupan
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Ketua BPH AMAN Kalsel Palmijaya: Hutan Adat Adalah Sumber Kehidupan

Salim Ma'ruf
Salim Ma'ruf 29 Desember 2018, 12.51
Share
WhatsApp Image 2018 12 28 at 8.12.24 PM
Rapat Koordinasi dan Fasilitasi Pembentukan Hutan Adat yang dipimpin Kepala Dinas Kehutanan Kalsel DR Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut, MP
SHARE

TERAS7.COM – Jum’at kemarin (29/12) sore, bertempat di Ruang Rimbauan II Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Kota Banjarbaru digelar Rapat Koordinasi dan Fasilitasi Pembentukan Hutan Adat di Provinsi Kalimantan Selatan antara Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel DR Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut, MP menyampaikan, Kalimantan konotasinya adalah masyarakat adat dayak dan selama ini belum mendapat ruang untuk pengelolaan hutan adat.

“Hari ini kita mengundang semua tokoh dan Stakeholder yang terkait dengan kemungkinan adanya masyarakat hukum adat di Kalsel. Step-stepnya, ke depannya kami dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) akan turun ke lapangan. Kalau memang ternyata ada potensi masyarakat hukum adat, kemudian ada juga potensi hutan adat, kita akan mengusul kepada Pemprov Kalsel untuk membentuk Gugus Tugas yang akan menangani, menginisiasi, menstimulir pemberdayaan masyarakat hukum adat,” ungkapnya.

Kemudian ia juga mengatakan, pihaknya memohon maaf kepada komunitas adat, karena adanya keterlambatan bergerak dalam pengelolaan hutan adat serta masyarakat hukum adat. WhatsApp Image 2018 12 28 at 3.35.24 AM

“Kalau nanti masyarakat hukum adat dan hutan adatnya ada secara faktual di lapangan serta sesuai dengan kriteria, kami secara tegas akan mendukung sepenuhnya tanpa keraguan selama masih ada dan berlangsung di masyarakat. Tetapi kalau itu diada-adakan, ada tim yang akan memverifikasi dan menyaring dari berbagai macam komponen” ungkapnya.

Baca juga :

Ribuan Bibit Pohon Eucalyptus Kembali Ditanam di Pegunungan Pamaton

Kalsel Siap Sukseskan Program FOLU Net Sink 2030

Kapolsek Pulau Laut Timur Bersama Jajaran Amankan Jalan Sehat Peringatan Bulan Bung Karno

Sementara itu Ketua BPH Aman Kalsel Palmijaya SH menyampaikan, hutan adat adalah sumber kehidupan dan sejak turun-temurun memang sudah diwariskan dan dijaga.

“Kami ingin pemerintah, baik legislatif maupun eksekutif memberikan pengakuan dan perlindungan yang jelas dalam bentuk produk hukum dan ini yang kami tunggu-tunggu. Kami juga menyambut serta mengapresiasi pemerintah karena sudah membuka ruang kepada kami sebagai ‘titik awal’ sejarah hutan adat di Kalsel akan diakui,” ucap Palmijaya.

Palmijaya juga membeberkan, hingga saat ini belum ada pengakuan terhadap hutan adat untuk wilayah Prov. Kalimantan Selatan, meskipun di Kotabaru sudah memiliki perda masyarakat adat tapi belum terlaksana dengan baik, “Hutan adat belum kami dapatkan SK satupun dari pemerintah Provinsi ataupun Kabupaten, bahkan pusat,” ungkapnya.

Ia berharap dengan hasil rapat hari ini ada tindak lanjut serius,” Bagi kami masyarakat adat, ini momen yang kami tunggu dan kami sebagai AMAN selalu siap bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat adat memperjuangkan apa yang menjadi hak masyarakat adat,” tambahnya.

“Kami akan tetap memilih hutan adat, karena bagi kami hutan adat adalah warisan turun-temurun dan merupakan bagian hutan hak dari masyarakat adat itu sendiri,” jawabnya ketika ditanyai tentang rencana pembuatan Geo Park Nasional di kawasan Pegunungan Meratus.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
4 Reviews 4 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25
IMG 20260924 WA0041 scaled e1790248419389
Pencarian Hari ke-12 KM Virgo Transport 8: Tim Penyelam Kembali Temukan 14 Korban, Total 150 Orang Ditemukan
24 September 2026, 19.15
Screenshot 2026 09 23 092554
Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan, Tiga Dosen ULM Turun ke Angsana
24 September 2026, 16.19

You Might Also Like

Ribuan Bibit Pohon Eucalyptus Kembali Ditanam di Pegunungan Pamaton

Kalsel Siap Sukseskan Program FOLU Net Sink 2030

Kapolsek Pulau Laut Timur Bersama Jajaran Amankan Jalan Sehat Peringatan Bulan Bung Karno

Panas Disertai Angin Kencang Melanda, Dishut Kalsel Kolaborasi Antisipasi Karhutla

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Intan 2023: Mudik Aman Berkesan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?