TERAS7.COM – Tim MangrovePreneur Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berinovasi memanfaatkan nektar bunga rambai yang banyak tumbuh di Desa Mekarsari, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar. Bersama dosen ULM, mereka melakukan penelitian dan menemukan bahwa nektar bunga rambai mengandung antioksidan tinggi.
Melihat potensi tersebut, mereka mengembangkan budidaya lebah penghasil madu dari sari bunga rambai, ketimbang membiarkan nektarnya terbuang. Ide ini disambut positif warga. Hanya dalam sebulan, masyarakat Desa Mekarsari menunjukkan antusiasme tinggi, bahkan desa-desa lain mulai tertarik mencoba.
Keberhasilan ini mengantarkan Tim MangrovePreneur lolos seleksi dari ratusan peserta menjadi 8 finalis dalam ajang nasional yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. ULM pun memberi dukungan penuh hingga tim masuk babak final.
Ketua tim, Rezky Amalia, mengatakan inovasi ini bisa direplikasi di desa-desa lain untuk meningkatkan pendapatan warga sekaligus Pendapatan Asli Desa (PAD).
“Kami berharap budidaya lebah rambai ini terus berlanjut dan memberi manfaat ekonomi jangka panjang,” ujarnya.

Rektor ULM, Prof Ahmad Alim Bachri, menyampaikan dukungan penuh bagi para finalis. “Atas apapun prestasi mahasiswa kita, pasti kami sangat mendukung. Doa kami selalu menyertai mereka untuk mempersembahkan yang terbaik bagi banua dan Indonesia,” pungkasnya.
Tim MangrovePreneur beranggotakan Rezky Amalia, Lutfhi Nor Anshori, dan Muhammad Baihaqi. Mereka akan bersaing di babak final Innovileague yang digelar di Auditorium FIKK Universitas Negeri Surabaya.
Delapan finalis Innovileague berasal dari ULM, Universitas Padjadjaran, Universitas Sumatera Utara, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Pendidikan Ganesha, dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta.