Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Manfaat Electrifying Agriculture, Biaya Produksi Sektor Pertanian Jadi Hemat 90 Persen
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Manfaat Electrifying Agriculture, Biaya Produksi Sektor Pertanian Jadi Hemat 90 Persen

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 28 Juni 2022, 19.18
Share
IMG 20220628 WA00401
Poktan Mayan Maurai gunakan penggilingan padi listrik, dan dapat menekan biaya produksi sebesar 90 persen serta menjaga kualitas beras. (Foto : PLN UIW Kalselteng)
SHARE

TERAS7.COM – Nur Anissa (26), seorang petani muda dari Desa Simpang Arja, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan ini tak gentar semangatnya meski terik panas matahari menyengat tubuhnya.

Turun dari penggilingan padi, caping anyaman bambu kokoh bertengger di kepalanya, raut wajah riang wanita yang juga merupakan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mayang Maurai ini terpancar saat dirinya tangguh membawa beras hasil penggilingan untuk dikemas menjadi produk siap jual.

Nur Anissa makin bersemangat karena proses menggiling gabah menjadi beras lebih cepat dan hemat karena telah menggunakan penggilingan padi listrik bantuan dari PT PLN (Persero).

Singkat cerita, dirinya adalah salah satu petani penerima manfaat program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN yang tergabung dalam Kelompok Tani Mayang Maurai dan telah merasakan dampak nyata dari program yang termasuk dalam Electrifying Agriculture ini.

IMG 20220628 WA0043
Penggilingan Padi listrik ini menjadi solusi Usaha Mikro Kecil (UMK) sektor pertanian dalam meningkatkan nilai jual hasil pertanian. (Foto : PLN UIW Kalselteng)

“Kami berterima kasih pada PLN yang telah mendukung petani muda untuk maju dan berkarya. Dengan penggilingan padi listrik ini benar-benar menekan biaya produksi kami, biasanya untuk menggiling padi di rumah penggilingan kami harus mengeluarkan uang Rp.15.000,-/karung namun dengan penggilingan padi listrik kami hanya menghabiskan pulsa listrik 1 kwh atau senilai kurang lebih Rp.1.500,- untuk menggiling 1 karung padi,” ungkap Nur Annissa.

Baca juga :

Butuh Listrik Lebih Besar? Tambah Daya Kini Bisa Lewat PLN Mobile

Pelanggan Makin Nyaman, Kini Akses PLN Mobile Hanya Dalam Satu Genggaman!

Wow! Aplikasi PLN Mobile Tembus 2 Juta Pengunduh Jelang HPN 2024

Bahkan dirinya mengungkapkan bahwa dengan menggunakan penggilingan padi listrik dapat menekan biaya produksi sebesar 90 persen serta menjaga kualitas beras.

Penggilingan Padi listrik ini menjadi solusi Usaha Mikro Kecil (UMK) sektor pertanian dalam meningkatkan nilai jual hasil pertanian. Hasil bumi tak lagi dijual dalam bentuk gabah/padi, namun dijual sudah berupa beras dengan kualitas bagus karena sudah melalui tahapan sortir/kontrol sehingga dapat dijual di pasar domestik bahkan siap jual hingga ke luar pulau.

Tak hanya berhenti disitu, PLN juga melakukan support dan pendampingan UMK hingga naik kelas. Pendampingan ini berupa pelatihan peningkatan produk dan kualitas, sertifikasi halal produk, peningkatan kualitas produk berupa dukungan pembuatan rumah produksi, sekaligus pelatihan pemasaran dan perbaikan packaging/kemasan.

Sedangkan, penerima manfaat lain dari program Electrifying Agriculture ini adalah Kelompok Tani (Poktan) Harapan Baru Kabupaten Banjar.

Ketua Poktan Harapan Baru, Suriani (49) menuturkan inovasi menjadi salah satu kunci para petani untuk bersaing di era persaingan digital.

IMG 20220628 WA0045
Poktan Harapan Baru terbantu fitur marketplace di PLN Mobile yang memudahkan para UMK binaan mempromosikan produknya langsung ke genggaman pelanggan. (Foto : PLN UIW Kalselteng)

Dirinya terbantu fitur marketplace di PLN Mobile yang memudahkan para UMK binaan mempromosikan produknya langsung ke genggaman pelanggan.

“Petani sekarang harus berani berinovasi dan kreatif untuk menjadi petani maju di era digital, adanya fitur marketplace di PLN Mobile membantu kami dalam memasarkan produk, bahkan hingga keluar daerah,” ujar Suriani.

Wadah marketplace UMK ini juga menjadi wujud pembinaan dan pengembangan agar naik kelas yang merupakan bagian dari tujuan program TJSL.

Selain itu, bagi pelanggan PLN, dengan terintegrasi bersama PLN Mobile, masyarakat bisa langsung berbelanja sambil memenuhi kebutuhan listriknya.

Sementara itu, General Manager PLN UIW Kalselteng, Tonny Bellamy menjelaskan bahwa PLN hadir tak hanya untuk menerangi negeri, tapi juga mengambil bagian dari pendorong pertumbuhan ekonomi pasca pandemi dan pembangunan nasional.

Untuk mewujudkan hal itu, PLN mendukung setiap usaha untuk meningkatkan taraf hidup yang berdampak kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah sektor pertanian yang menjadi tonggak kedaulatan pangan bangsa melalui Program Electrifying Agriculture.

“PLN terus mendorong pelaksanaan program Electrifying Agriculture pada sektor pertanian. Dengan program ini kami berharap dapat mendukung peningkatan produktivitas dan penghasilan petani sehingga membawa perubahan ekonomi dan kesejahteraan hidup lebih baik. Program ini hadir untuk menjawab tantangan dan menyelesaikan persoalan petani di lapangan. Petani harus beregenerasi dan berinovasi untuk meningkatkan nilai jual hasil pertanian dan menekan biaya produksi,” ujar Tonny.

Didukung listrik PLN, para petani berani beralih ke Alsintan atau alat dan mesin pertanian berbasis listrik, dari sebelumnya memakai alsintan berbahan bakar fosil yang inefisien dan polutif.

Program Electrifying Agriculture diharapkan dapat menjadi lompatan besar sektor Pertanian Indonesia. Program yang digagas PT PLN (Persero) ini terbukti telah membawa sektor pertanian menjadi lebih maju dan modern dengan peningkatan efisiensi biaya produksi hingga 90 persen.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Butuh Listrik Lebih Besar? Tambah Daya Kini Bisa Lewat PLN Mobile

Pelanggan Makin Nyaman, Kini Akses PLN Mobile Hanya Dalam Satu Genggaman!

Wow! Aplikasi PLN Mobile Tembus 2 Juta Pengunduh Jelang HPN 2024

PLN Mobile Proliga 2024, Ketum PBVSI: Kompetisi Tertinggi Voli di Indonesia

Persembahkan Layanan LSP Plus, PLN Hadirkan Kemudahan bagi Pelanggan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?