TERAS7.COM – Memasuki akhir bulan Juli tahun 2024, Kotabaru akan menghadapi musim kemarau menurut perkiraan dari BMKG.
Musim kemarau sering kali membawa risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebuah fenomena yang tidak hanya merugikan secara material tapi juga berpotensi besar pada kerusakan ekologi dan sosial.
Kepala Pelaksana BPBD Kotabaru, Hendra Indrayana, melalui Sekretaris BPBD Faisal Mahdi, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap bencana Karhutla.
“Dari perkiraan BMKG Kotabaru, akan memasuki musim kemarau di akhir bulan Juli tahun 2024, jadi, harus waspada apalagi soal karhutla,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Menurut Faisal, untuk antisipasinya selain juga memberikan semacam peringatan juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekiranya agar mereka tidak membakar untuk membuka lahan pertanian.
Pemerintah daerah Kotabaru bersinergi dengan kecamatan dan berbagai pihak terkait seperti TNI dan Polri, untuk secara langsung mengimbau masyarakat akan bahaya dan dampak dari kegiatan pembakaran lahan. Koordinasi dan komunikasi menjadi kunci dalam upaya pencegahan Karhutla ini.
“Kami BPBD kotabaru selalu berkordinasi dengan kecamatan dan stakeholder terkait, TNI dan Polri yang selalu mengimbau secara langsung kepada masyarakat,” katanya.
Kesiapan peralatan dan tenaga dari BPBD Kotabaru untuk situasi darurat selalu diprioritaskan. Dengan personil yang standby selama 24 jam, BPBD Kotabaru siap mengambil langkah cepat dan tepat dalam penanganan darurat karhutla.
“Jadi kami segera akan bertindak untuk antisipasi ke lapangan karena personil BPBD Kotabaru semuanya standby dalam 1 kali 24 jam,” jelasnya.
Untuk sementara, yang dilakukan ketika sudah mulai memasuki pancaroba, ia mengimbau kepada masyarakat bila ada kejadian Karhutla segera menghubungi atau segera memberi tahu ke BPBD Kabupaten Kotabaru.
Masyarakat diimbau untuk proaktif melaporkan jika terjadi kebakaran agar tim tanggap darurat dapat segera bertindak. Kerja sama antara masyarakat, pemerintah daerah, dan BPBD menjadi sangat vital dalam upaya mengurangi dampak buruk musim kemarau yang akan datang.