Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Memperkenalkan Madihin Kepada Generasi Milenial Ala Gazali Rumi
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Memperkenalkan Madihin Kepada Generasi Milenial Ala Gazali Rumi

Salim Ma'ruf
Salim Ma'ruf 28 Juli 2019, 13.34
Share
FB IMG 1564291361901 1
SHARE

TERAS7.COM – Madihin merupakan tradisi lisan atau seni bertutur suku Banjar, Kalimantan Selatan.

Kesenian Madihin dikenal di Kalimantan Selatan sekitar abad ke-18 M, dan kesenian ini pada awalnya diperkirakan berkembang di sekitar daerah Kampung Tawia, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan. Salah satu pamadihinan (Bahasa Indonesia: pemain madihin) yang terkenal dari Tawia bernama Dulah Nyangnyang.

Madihin berasal dari kata madah, sejenis puisi lama dalam sastra Indonesia, karena ia menyanyikan syair-syair yang berasal dari kalimat akhir yang bersamaan bunyi. Madah bisa juga diartikan sebagai kata-kata pujian (Bahasa Arab), hal ini bisa dilihat dari kalimat-kalimat dalam bait-bait Madihin yang kadang kala berupa pujian-pujian.

Dalam madihin terdapat unsur musikal yaitu instrumentasi dan vokal, instrumentasi yaitu berupa alat musik pengiring kesenian madihin ini yaitu sebuah alat musik yang disebut dengan tarbang dalam bahasa banjar (sejenis rebana besar), di mana fungsi dari tarbang ini adalah sebagai pembawa jalan atau ritmis bagi perjalanan penyajian musik ini, dalam pembukaan madihin tarbanglah yang pertama kali dimainkan sebagai tanda awal pertunjukan madihin.

Selain instrumentasi, dalam madihin juga terdapat unsur vokal yaitu terdiri dari syair dan lagu yang dibawakan dalam madihin, notasi lagu madihin bersifat resetatif, dan kebermaknaan syair atau lirik madihin ini yang membuat keunikan tersendiri terhadap kesenian yang satu ini, dalam syair madihin syarat akan makna dan nilai di dalamnya.

Baca juga :

Nur Kemala Hayati, Mahasiswi Hukum ULM Terpilih Sebagai Galuh Kebudayaan Kalimantan Selatan

Pemprov Kalsel Dorong Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya Tak Benda

Festival Budaya Meratus II, Desa Kapul Tunjukkan Komitmen Jaga Warisan Adat dan Majukan Wisata Balangan

Di era sekarang, yang menjadi salah satu tantangan yang dihadapi adalah memperkenalkan atau mempromosikan Madihin, khususnya di kalangan generasi milenial.

Nah, Berangkat dari semangat melestarikan dan memperkenalkan kesenian tradisional tersebut, khususnya kepada kawula muda, Gazali Rahman atau biasa disapa Panjul Rumi, salah seorang pamadihinan muda kebanggan Kalimantan Selatan memiliki ‘Resep’ yang diolahnya sendiri.

Kepada Teras7.com ia menyampaikan, untuk memperkenalkannya, madihin perlu dikemas secara kekinian, dengan mengangkat topik-topik yang lagi viral atau pelbagai peristiwa yang sedang hangat di tengah masyarakat. Panjul mencontohkan seperti peristiwa seorang Politikus, Setya Novanto yang menabrak tiang listrik untuk menghindari kasus tuntutan korupsi. Selain dari peristiwa nasional, kejadian lokal juga tidak luput dari jangkauan ide kreatif Panjul untuk mengangkatnya menjadi Madihin, seperti peristiwa Kuyang yang sempat menghebohkan warga banua.

Kemudian, setelah melalui berbagai tahapan, madihin tersebut direkam dalam sebuah video, kemudian diolah dengan konsep yang tidak monoton dan memperhatikan nilai-nilai etika dan estetika.

“Pada intinya, peristiwa yang viral-viral coba kami angkat, kemudian kami tuangkan atau share ke media sosial. Jadi isi kontennya itu kekinian, selain menyelipkan nasehat, kami juga mengemasnya dengan komedi, sehingga masyarakat tertarik untuk mendengarkan madihin, terlebih kaum milenial,” terang Panjul Rumi.

Sumber referensi: Penelitian Nilai Pendidikan Karakter dalam Pertunjukkan Kesenian Madihin Kalimantan Selatan karya M. Budi Zakia Sani.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
4 Reviews 4 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

Nur Kemala Hayati, Mahasiswi Hukum ULM Terpilih Sebagai Galuh Kebudayaan Kalimantan Selatan

Pemprov Kalsel Dorong Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya Tak Benda

Festival Budaya Meratus II, Desa Kapul Tunjukkan Komitmen Jaga Warisan Adat dan Majukan Wisata Balangan

Peletakan Batu Pertama Tugu Sianipar Purbaraja: Simbol Persatuan dan Penghormatan kepada Leluhur

Meski Gerimis, Festival Pasar Terapung Lok Baintan Hari Kedua Tetap Semarak

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?