TERAS7.COM – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kota Banjarbaru kurang lebih tinggal empat bulan lagi. Namun, suhu politik di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan mulai memanas.
Sejumlah tokoh mulai memproklamirkan dirinya bakal ikut berkontestasi di Pilkada Banjarbaru 2024 mendatang, baik sebagai Calon Walikota maupun Wakil Walikota.
Nama-nama itu mulai dari sang petahana Aditya Mufti Ariffin yang belakangan memproklamirkan diri berpasangan bersama Said Abdullah yang merupakan Sekda Banjarbaru saat ini.
Kemudian sosok wanita yang belakangan jadi magnet politik di Banjarbaru yakni Erna Lisa Halaby yang turut memproklamirkan diri sebagai Calon Walikota periode mendatang.
Lalu ada nama nama lainnya seperti Nurkhalis Anshari, Andoko Abdi, hingga baru-baru ini turut ikut menggebrak panggung Pilkada Banjarbaru 2024 yakni Rifqi Maulana Mansyur, anak dari pengusaha ternama Haji Mansyur.
Melihat dari kacamata Pengamat Politik, Badrul Ain Sanusi, dari sejumlah nama kandidat menurutnya hanya ada dua nama yang sedang panas-panasnya diperbincangkan publik yakni Aditya Mufti Ariffin dan Lisa Halaby.
Badrul Ain menilai dari kedua nama sosok itu, Aditya lebih berpengalaman daripada Lisa Halaby dengan predikatnya sebagai petahana. Namun, Lisa Halaby dengan finansialnya lebih diunggulkan pada Pilkada 2024 nanti.
“Secara finansial Lisa menang dibandingkan Aditya,” kata Badrul Ain.
Karena menurutnya, finansial sang calon masih sangat berpengaruh dalam Pilkada nanti. Meski menurutnya masyarakat Banjarbaru tergolong terpelajar, namun secara fakta, banyak yang masih belum idealis dalam menjadi pemilih.
Bukan sekadar omong kosong, menurutnya hal tersebut bisa dilihat dari hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 lalu, pemenang masih berlatarbelakang finansial yang kuat.
“Karena tidak bisa dipungkiri, meskipun masyarakat Banjarbaru terpelajar, tapi belum idealisme sepenuhnya. Bisa kita lihat dari hasil Pileg kemarin, caleg yang menang kebanyakan yang finansialnya kuat,” katanya.
Meski demikian, Badrul Ain mengatakan, bukan berarti dengan kekuatan finansial yang dimiliki Lisa Halaby, sang petahana Aditya tidak memiliki potensi untuk menang di Pilkada nanti.
Menururnya, dengan finansial tidak sebesar Lisa, Aditya masih bisa menang asalkan mau melakukan pendekatan emosional ke masyarakat.
“Secara finansial Lisa menang dibandingkan Aditya, jadi yang harus dilakukan Aditya menciptakan hubungan emosional dengan masyarakat,” ucapnya.
Pendekatan itu pun menurutnya tidak hanya sekedar datang menyapa, namun sang calon memang harus menyentuh langsung ke hati masyarakat.
“Pendekatan emosional yang dilakukan juga tidak hanya sekadar “say hello”, tapi memang menyentuh langsung ke hati masyarakat,” terangnya.
Pun dengan Lisa Halaby, meski notabenenya didukung Crazy Rich Kalsel, Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam, menurutnya Lisa tetap harus melakukan pendekatan emosional ke masyarakat.
“Karena finansial yang kuat masih bisa dikalahkan dengan hubungan emosional yang kuat,” katanya.
Bagaimana dengan sosok pendatang baru, Rifqi Maulana Mansyur yang belakangan wajahnya mulai terpampang menghiasi jalanan di Banjarbaru?
Menurut Badrul Ain, Maulana merupakan sosok yang patut diperhitungkan, karena memiliki finansial kuat dan nama besar sang ayah Haji Mansyur di belakangnya.
“Kalau untuk sosok baru Maulana Mansyur memang kuat finansialnya, apalagi dengan sosok sang ayah Haji Mansyur di belakangnya,” ungkapnya.
Akan tetapi kata Badrul Ain, kedua faktor itu masih belum cukup jadi bekal Maulana untuk menang di Pilkada 2024 mendatang. Menurutnya, Maulana juga harus melakukan pendekatan emosional langsung ke masyarakat. Pasalnya, sosok sang ayah Haji Mansyur di Banjarbaru tidak sekuat di Kabupaten Banjar.
“Haji Mansyur untuk basis lebih kuat di Kabupaten Banjar, untuk di Banjarbaru cuman beberapa tempat yang memiliki pengaruh Haji Mansyur. Jadi Maulana tetap harus melakukan pendekatan secara emosional dengan masyarakat,” tukasnya.