Amran menilai, masih banyak lahan rawa lebak yang belum ditangani dengan baik. Padahal, lahan rawa lebak memiliki berbagai macam potensi. Sementara di Kalsel memiliki memiliki lahan rawa lebak seluas 67 ribu hektar.
Mentan menargetkan, akan merampungkan pembukaan lahan itu paling lambat sepuluh tahun ke depan. Karena itu, untuk di Batola ia akan menurunkan 7 Excavator milik Kementerian Pertanian, agar lahan seluas 750 hektar tersebut bisa ditanami secepatnya.
“Tapi kalau excavator tidak digunakan, tidak optimal, maka 7 excavator itu saya tarik dan saya kirim ke daerah lain,” ingat Andi Amran.
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mengucapkan terima kasih atas kedatangan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam rangka pengembangan lahan rawa lebak di Desa Jejangkit Muara yang tentunya membutuhkan banyak biaya untuk penggarapan, kelengkapan peralatan tenaga ahli dan lainnya.
Untuk itu, sebut dia, masyarakat harus mewujudkan apa yang menjadi program dan keinginan pemerintah pusat dalam rangka mendorong produksi pertanian serta meningkatkan masyarakat petani. Agar kemandirian pangan bisa terwujud serta tidak lagi ketergantungan dengan pihak lainnya.
“Sebagai negeri agraris kita sudah seharusnya tidak lagi mendatangkan beras dari luar negeri. Seharusnya justeru kita yang menjual beras ke negera lainnya,” tukasnya.
Caranya, lanjut gubernur, tidak ada cara lain selain harus kerja keras dengan mengubah kondisi lahan agar benar-benar digarap untuk menghasilkan produksi yang maksimal.

Bupati Batola Hj. Noormiliyani menerangkan, masyarakat Jejangkit Muara menyambut luar biasa terhadap rencana penerapan program optimalisasi lahan suboptimal ini. Sehingga lahan yang semula direncanakan hanya 400 hektar justru menjadi 700 hektar.
Karenanya, Noormiliyani selain mengucapkan terima kasih kepada pihak Kementerian Pertanian juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jejangkit Muara yang bersedia menyediakan lahan mereka untuk dijadikan areal penerapan program pertanian optimasi lahan suboptimal rawa lebak ini.
Bupati perempuan pertama di Kalsel ini juga berharap program ini tidak hanya habis sampai di sini namun bisa berlanjut untuk wilayah Batola lainnya. Mengingat potensi daerahnya hanya bersandar di bidang pertanian.
“Kami berharap program-program nasional seperti ini akan lebih banyak dikerahkan ke Batola. Kami akan selalu siap untuk melaksanakannya,” kata isteri mantan Bupati Batola H Hasanuddin Murad ini.
Kunjungan Mentan Amran Sulaiman ini juga dihadiri Asisten Teritorial Staf Angkatan Darat, Direktur Zeni AD, Danrem 101/Antasari, Irwasda Polda Kalsel, SKPD terkait, forkopimda Batola, dan seluruh lapisan masyarakat. (mmg/Humpro)