TERAS7.COM – Masyarakat Banjarbaru diimbau untuk ikut menjaga kebersihan sungai di wilayahnya, seiring dengan program normalisasi yang tengah dijalankan pemerintah setempat.
Imbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Muhammad Deny Pramudji, pada Kamis (21/08/2025).
Deny menegaskan, jika sungai merupakan bagian dari lingkungan masyarakat, sehingga kebersihannya menjadi tanggung jawab bersama.
“Namanya itu di daerah masyarakat juga kan, jadi kita sama-sama menjaga lah sungai kita,” ujarnya.
Dari hasil normalisasi di beberapa titik strategis Banjarbaru, Deny mengungkapkan pihaknya menemukan banyak sedimen dan sampah yang menumpuk.
Karena itu, Deny berharap masyarakat khususnya di sekitar sungai tidak membuang sampah sembarangan agar dampak negatif dapat diminimalisir.
“Jadi harapannya jangan membuang sampah sembarangan di sungai. Itu banyak impact-nya,” jelasnya.
Apalagi menurutnya, dampak negatif sungai yang tercemar atau tersumbat tidak hanya dirasakan di hilir, tetapi juga bisa memengaruhi warga di tengah kota.
“Harapan kita, masyarakat sama-sama bisa menjaga daerah sungai sekitarnya, karena ujung-ujungnya dampak negatifnya ke masyarakat juga, terutama di bagian tengah,” imbuhnya.
Adapun program normalisasi sungai yang dijalankan Bidang SDA PUPR Banjarbaru ini merupakan bagian dari prioritas 100 hari kerja Walikota Hj Erna Lisa Halaby.
Normalisasi difokuskan pada sungai-sungai strategis di hilir kota, antara lain Sungai Tambak Buluh, Sungai Makmur, Sungai Sukarama Ujung, saluran Inlet Embung Liang Anggang menuju Peramuan Ujung, Sungai Kuranji, saluran Daya Sakti, serta saluran air di Jalan Tekukur.
Selain pembersihan sedimen, SDA PUPR juga melakukan pembersihan gulma dan sampah di sejumlah titik, seperti Tegal Arum dan Bina Murni.
Program ini mencakup 10 paket normalisasi dan 1 paket pembersihan, dengan total anggaran lebih dari Rp2 miliar, diharapkan mampu memperlancar aliran air sekaligus meminimalisir potensi banjir di Banjarbaru.