Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Panda, Si Imut dari Tiongkok yang Ternyata Tak Punya Naluri Bertahan Hidup
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Panda, Si Imut dari Tiongkok yang Ternyata Tak Punya Naluri Bertahan Hidup

Tim Redaksi
Tim Redaksi 30 Juli 2025, 13.05
Share
795b5720 0a91 45cd 8f0c ccfe494b1836 9d1e5b38
Panda ternyata merupakan hewan yang lamban dan kurang responsif terhadap ancaman, bahkan dari predator. (Foto: Xinhua)
SHARE

TERAS7.COM – Di balik wajah menggemaskan dan gerak lamban yang membuat banyak orang jatuh hati, Panda ternyata menyimpan fakta unik sekaligus memprihatinkan lantaran mereka adalah satu-satunya hewan yang nyaris tidak memiliki naluri bertahan hidup secara alami.

Sejumlah ahli menyebut, tanpa intervensi manusia, kemungkinan besar panda sudah punah sejak lama. Hal ini disebabkan oleh kombinasi faktor biologis dan perilaku yang membuat mereka sangat rentan terhadap perubahan lingkungan.

“Panda memiliki tingkat reproduksi yang sangat rendah, metabolisme lambat, dan nyaris tidak memiliki naluri mempertahankan diri dari ancaman,” ujar ahli ekologi dari World Wildlife Fund, dikutip dari laman Double X Economy.

Sekitar 99 persen makanan panda adalah bambu, tanaman yang kaya serat tapi miskin nutrisi. Hal ini menyebabkan panda memiliki metabolisme yang lambat dan cenderung menghindari aktivitas fisik berat. Mereka menghabiskan waktu lebih dari 12 jam per hari hanya untuk makan.

Karena kekurangan energi, panda menjadi lamban dan kurang responsif terhadap ancaman, bahkan dari predator. Dalam beberapa kasus, panda yang menghadapi bahaya justru diam atau menghindar tanpa perlawanan berarti.

Baca juga :

Menparekraf Jajaki Kerjasama dengan Dua Perusahaan Asal China

Serba-serbi Tahun Baru Imlek di Indonesia

Tempat Wisata Ini Buka Lowongan Jadi Cosplayer Raja Kera dengan Gaji Rp 13 Juta, Minat?

Kesulitan lainnya adalah dalam hal reproduksi. Betina panda hanya mengalami masa subur satu hingga tiga hari dalam setahun. Tak hanya itu, banyak induk panda yang tidak menunjukkan ketertarikan merawat anaknya, terutama jika melahirkan kembar.

Peneliti dari ResearchGate menyebutkan bahwa tingkat kegagalan pengasuhan alami pada panda sangat tinggi, sehingga konservasi eks-situ seperti penangkaran menjadi satu-satunya jalan mempertahankan populasi mereka.

Selama beberapa dekade terakhir, pemerintah Tiongkok dan berbagai organisasi lingkungan internasional telah melakukan upaya besar untuk melindungi panda melalui program penangkaran, pelestarian habitat, dan pelatihan insting bertahan hidup di alam semi-liar.

Melalui berbagai program konservasi intensif, status panda yang semula “terancam punah” kini telah naik menjadi “rentan” menurut IUCN. Namun para ahli mengingatkan bahwa tanpa dukungan manusia secara terus-menerus, spesies ini tetap dalam ancaman.

“Tanpa bantuan manusia, panda tidak akan bisa bertahan,” tulis salah satu pengguna forum diskusi sains Reddit, merangkum pendapat para ilmuwan tentang lemahnya adaptasi hewan ini.

Meskipun memiliki banyak keterbatasan, panda tetap menjadi ikon konservasi global. Keberadaan mereka mengingatkan bahwa kelestarian satwa tidak selalu bergantung pada kekuatan alamiah, tetapi juga tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise1
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

Menparekraf Jajaki Kerjasama dengan Dua Perusahaan Asal China

Serba-serbi Tahun Baru Imlek di Indonesia

Tempat Wisata Ini Buka Lowongan Jadi Cosplayer Raja Kera dengan Gaji Rp 13 Juta, Minat?

Mau Lihat Bekantan Secara Langsung, Yuk Berwisata ke Pulau Bakut

Disnakertrans Banjar Periksa Tenaga Kerja Asing Asal Tiongkok

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?