TERAS7.COM – Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani (H. Fani) terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani yang menjadi tulang punggung daerah.
Saat ini, sekitar 60 persen penduduk Tabalong menggantungkan hidup dari sektor pertanian secara luas.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tabalong, H Fani saat mengikuti Panen Raya Padi Serentak di 14 provinsi se-Indonesia yang juga dihadiri Presiden RI, Prabowo Subianto, secara virtual dari Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (07/04/2025).
Sementara itu, panen raya di Tabalong digelar di lahan pertanian Kelompok Tani Harapan Bersama, Desa Pangelak RT 1, Kecamatan Upau. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaf, unsur Forkopimda, Camat Upau Agustian, perwakilan PT Adaro Indonesia, Kepala Desa Pangelak, dan jajaran lainnya.
“Kami sudah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan SKPD terkait sektor pertanian,” ujar H. Fani.
Langkah konkret yang sudah dilakukan antara lain pendataan jalan usaha tani dan kebun, normalisasi infrastruktur pertanian, hingga perbaikan akses jalan tani. Selain itu, Pemkab juga menyalurkan bantuan bibit, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta memberikan pelatihan kepada generasi muda agar mampu mengoperasikan peralatan tersebut secara optimal.
“Semua ini akan terus kami lakukan selama masa kepemimpinan kami bersama Wabup. Untuk urusan pupuk pun kami sudah berkomitmen agar tidak terjadi kendala di lapangan,” tegasnya.
Salah satu program unggulan yang sudah berjalan yakni Bela Tani, yaitu program pembelian beras petani oleh ASN Tabalong dengan dana zakat, infak, dan sedekah. Beras tersebut dibeli di atas harga pasar, lalu disalurkan kepada masyarakat kurang mampu, miskin, dan dhuafa.
“Harapan kami, pendapatan petani bisa naik, sementara masyarakat dhuafa tidak lagi kelaparan,” ujar H. Fani.
Kepala DKPPTPH Tabalong, Fahrul Raji, menyampaikan bahwa panen raya kali ini mencakup 17 hektare lahan, dengan berbagai jenis varietas padi, mulai dari varietas lokal seperti senggani, hingga varietas unggul seperti mekongga, inpari, dan inpari nutri zinc.
“Setelah panen, akan langsung ditanam kembali di lahan seluas 6 hektare,” jelasnya.
Fahrul menambahkan, pihaknya akan terus mendukung petani melalui pembangunan infrastruktur seperti irigasi dan jalan usaha tani, serta penyediaan pupuk dan benih. Selain itu, para kelompok tani juga dibimbing untuk mengoptimalkan hasil pertanian mereka.
“Kami pastikan petani terus didampingi agar bisa bertani dengan efisien dan hasil yang maksimal,” tutupnya.