TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat komitmen dalam pencegahan stunting melalui peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi tiga kelompok rentan. Program yang resmi dikenalkan dengan nama MBG-3B ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, sebagai kelompok yang dinilai paling membutuhkan intervensi gizi.
Peluncuran program berlangsung di Kantor Pembakal Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, Senin (1/12/2025) pagi, dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat penerima manfaat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, yang mewakili Bupati Banjar dalam membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa MBG-3B bukan sekadar program bantuan makanan, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk menekan angka stunting yang masih menjadi persoalan serius.
“Harapan kita dengan program ini dapat menurunkan stunting. Selain itu, kita ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena asupan makanan masyarakat akan semakin baik,” ucapnya
Ia menambahkan, asupan gizi yang tepat pada masa kehamilan dan usia dini merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, pemerintah menilai intervensi berbasis pangan bergizi menjadi langkah yang paling relevan sekaligus berkelanjutan.
Tidak hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak, Yudi juga menyebut bahwa program MBG-3B memiliki dampak jangka panjang terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banjar. Menurutnya, kualitas generasi mendatang sangat dipengaruhi oleh gizi yang cukup sejak dini.
“Program ini bukan hanya tentang makanan, tapi tentang masa depan. Kita ingin memastikan anak-anak Banjar tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kualitas hidup lebih baik,” ujarnya.
Ia menyampaikan, tahap pertama MBG-3B menyasar 406 penerima manfaat yang tersebar di dua kecamatan, yakni Martapura dan Gambut. Pemilihan dua wilayah tersebut didasarkan pada prevalensi stunting yang masih cukup tinggi di daerah tersebut.
Para penerima manfaat akan memperoleh makanan bergizi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok, mulai dari ibu hamil hingga balita non-PAUD. Program ini juga melibatkan tenaga kesehatan sebagai pendamping untuk memastikan intervensi gizi berjalan tepat sasaran.
“Ke depan, harapannya seluruh kecamatan dapat melaksanakan program ini, terutama yang sudah memiliki fasilitas penyaluran,” pungkasnya.