TERAS7.COM – Warga terdampak banjir di Desa Sungai Tabuk Keramat, Kabupaten Banjar, masih bertahan di posko pengungsian hingga lebih dari dua pekan akibat banjir yang belum sepenuhnya surut, Kamis (08/01/2026).
Salah seorang pengungsi, Sutamah (49), mengungkapkan bahwa dirinya bersama keluarga telah mengungsi sekitar satu setengah bulan, dengan dua minggu terakhir menetap di posko pengungsian. Kondisi kehidupan di pengungsian, menurutnya, cukup memprihatinkan, terutama terkait kesehatan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
“Kalau untuk kondisi kesehatan, ada yang masih sehat, tapi ada juga yang sakit. Kemarin saya yang sakit, sekarang anak saya panas,” ujarnya.
Ia menyebutkan, tim kesehatan dari puskesmas maupun Dinas Kesehatan setempat telah memberikan penanganan kepada pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan. Meski demikian, jumlah warga yang sakit masih cukup banyak, terutama anak-anak.
Selain persoalan kesehatan, keterbatasan konsumsi makanan juga menjadi keluhan utama para pengungsi. Sutamah mengatakan, bantuan makanan yang diterima belum merata dan jumlahnya tidak menentu.
“Kadang makan satu kali sehari, ada juga yang dua kali. Tapi ada juga yang sama sekali tidak dapat,” katanya.
Bagi pengungsi yang tidak memperoleh jatah makanan, mereka terpaksa menunggu bantuan air minum atau bantuan berikutnya datang. Kondisi tersebut semakin berat karena seluruh aktivitas ekonomi warga lumpuh total.
“Tidak ada pekerjaan sama sekali. Rumah masih terendam air, jadi tidak bisa kerja. Otomatis tidak ada pemasukan,” ucapnya.
Data di posko pengungsian mencatat, jumlah pengungsi yang terdampak banjir di Desa Sungai Tabuk Keramat mencapai lebih dari 100 orang. Hingga kini, warga masih berharap adanya tambahan bantuan logistik serta perhatian berkelanjutan dari pemerintah dan pihak terkait, sembari menunggu air surut agar dapat kembali ke rumah masing-masing.