TERAS7.COM – PLN Icon Plus SBU Regional Kalimantan menggelar aksi bersih-bersih pantai bertajuk Zero Waste Warriors di Pantai Dusit Markoni, Balikpapan, Kamis (12/06/2025), sebagai bentuk peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan dilaksanakan serentak oleh seluruh unit PLN Group di Indonesia.
Aksi bersih pantai ini menjadi penutup rangkaian program TJSL Green Action, yang sebelumnya diawali dengan kegiatan Bottle Up pada 8 Juni 2025 di kawasan Car Free Day, Lapangan Merdeka Balikpapan.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak mengumpulkan sampah anorganik seperti botol dan gelas plastik untuk diedukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Dari dua kegiatan tersebut, PLN Icon Plus berhasil mengumpulkan total 800 kilogram sampah serta 244 botol dan 90 gelas plastik. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pengumpulan pakaian bekas layak pakai untuk keperluan daur ulang atau pendistribusian ulang.
General Manager PLN Icon Plus SBU Regional Kalimantan, Ingo Shalahuddin, menegaskan bahwa Zero Waste Warriors bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Ini wujud nyata komitmen kami mengurangi timbunan sampah, khususnya di wilayah pesisir yang sangat rentan pencemaran plastik. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci perluasan dampak,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Icon Plus, Ari Rahmat Indra Cahyadi, menyampaikan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian integral dari strategi perusahaan.
“Kami tidak hanya membangun perusahaan untuk hari ini, tapi untuk jangka panjang yang sehat. Itu berarti kami harus berprinsip, berkelanjutan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Hal ini tertanam dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP),” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, PLN Icon Plus SBU Regional Kalimantan meraih penghargaan Juara 1 untuk Program Clean Up, serta dinilai sukses pada pelaksanaan Bottle Up.
Di akhir kegiatan, Ari menekankan pentingnya membangun green culture dalam keseharian, termasuk di lingkungan kerja.
“Tantangan global tidak bisa dihadapi sendirian. Hanya dengan kolaborasi antara komunitas, industri, pemerintah, dan masyarakat kita bisa jadi bagian dari solusi,” pungkasnya.