TERAS7.COM – Posko Kesehatan milik Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar akui kewalahan menghadapi jumlah korban terdampak banjir yang hari ke hari semakin meningkat. Senin (18/01).
Seperti yang dijelaskan oleh Pengawas Posko Kesehatan, dr. Diauddin bahwa pihaknya kewalahan dan meminta bala bantuan dari semua relawan kesehatan untuk bahu membahu membantu korban terdampak banjir.
“Kita butuh sebanyak-banyaknya semua relawan kesehatan,” ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar tersebut juga minta warga korban banjir dapat memahami kondisi pihaknya, dikarenakan karena saking luasnya wilayah terdampak, jadi pihaknya tidak bisa harus ada di semua tempat.
“Saking luasnya yang terdampak, jadi tidak cukup tenaga kalau harus ada di semua tempat,” ujarnya.
Dirinya mengatakan untuk sekarang hanya ada 2 posko yang pihaknya fokuskan, selain 2 posko tersebut pihaknya datang langsung ke setiap titik banjir. Hal itu dilakukan agar tidak mubazir jika hanya berdiam diri di satu tempat.
“Kita fokus untuk yang ada di posko itu cuma 2 yaitu di Mesjid Al Karomah dan di Stadion Demang Lehman, kalau yang lain lebih ke mobile,” ujarnya.
“Kalau ada yang sakit kita obati, baru lanjut ke lokasi lain, daripada kita hanya duduk di satu posko belum tentu ada yang berobat, jadi agak mubazir,” tambahnya.
Menurutnya di kondisi seperti ini bantuan kesehatan hanya second line, dan yang di prioritaskan korban terdampak ialah bantuan logistik berupa makanan maupun pakaian.
Lanjut dr Diauddin, sampai saat ini keluhan penyakit yang pihaknya sering temukan ialah penyakit ringan seperti gatal, meriang, diare.
“Penyakit ringan saja seperti gatal, meriang, diare, kecuali memang dia punya penyakit bawaan sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Taufik petugas di posko pengungsian di jalan Melati, Kelurahan Kampung Jawa Laut mengatakan bahwa bantuan kesehatan memang sudah diterima pengungsi korban banjir.
“Kalau bantuan obat-obatan itu sudah ada kami terima,” pungkasnya singkat.
Posko Kesehatan milik Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar selalu siap 24 jam melayani, jika masyarakat memerlukan bantuan kesehatan bisa melakukan panggilan ke 112, untuk segera ditangani.