TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Tapin terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun layanan kesehatan dasar yang lebih merata dan berkualitas. Salah satu langkah penting yang diambil adalah pengukuhan Hj Faridah Yamani sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tapin periode 2025–2030, yang berlangsung pada Kamis (5/6/2025) di Rantau, Kalimantan Selatan.
Pelantikan ini disambut penuh antusias oleh berbagai elemen masyarakat, terutama para kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan organisasi perempuan. Momen ini dianggap sebagai titik tolak bagi transformasi besar Posyandu di Tapin agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat zaman kini.
“Posyandu Bukan Lagi Sekadar Tempat Timbang Bayi”
Dalam sambutannya, Bupati Tapin, H Yamani, menegaskan bahwa Posyandu kini harus melampaui peran tradisionalnya. Menurutnya, Posyandu adalah titik sentuh awal layanan kesehatan masyarakat, terutama untuk ibu, bayi, dan balita.
“Ini bukan sekadar pelantikan formal. Ini bagian dari komitmen kami mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat. Karena Posyandu bukan cuma tempat timbang bayi, tapi pusat edukasi keluarga,” ujar Yamani dengan penuh semangat.
Ia juga menekankan bahwa tim pembina harus mampu membaca tantangan zaman. Saat ini, isu stunting, gizi buruk, dan rendahnya kesadaran imunisasi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
“Posyandu harus menjadi garda terdepan membangun keluarga sehat. Diperlukan inovasi, empati, dan keberpihakan nyata pada masyarakat bawah,” tambah Bupati.
Hj Faridah Yamani: Siap Jalankan Amanah dan Bawa Pembaruan
Sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu yang baru, Hj Faridah Yamani menyampaikan tekadnya untuk menjalankan amanah dengan sepenuh hati. Ia melihat Posyandu sebagai ladang pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
“Insya Allah, ini bukan sekadar jabatan, tapi tanggung jawab sosial dan moral untuk ikut membina masa depan generasi Tapin dari hal yang paling mendasar: kesehatan,” ujar Faridah.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan fokus pada peningkatan kapasitas kader Posyandu, digitalisasi data layanan, serta memperkuat kerja sama lintas sektor, termasuk dengan desa, Puskesmas, dan organisasi perempuan.
Revitalisasi Posyandu: Menjangkau yang Rentan, Mengedukasi yang Terlupakan
Dengan kepengurusan baru ini, Pemkab Tapin menargetkan revitalisasi menyeluruh terhadap layanan Posyandu. Artinya, bukan hanya dari sisi fisik dan fasilitas, tetapi juga fungsi edukasi, peran sosial, dan jangkauan layanan.
Tak hanya di perkotaan, Posyandu di desa-desa terpencil juga akan menjadi prioritas. Upaya ini dilakukan agar kelompok masyarakat rentan—seperti ibu hamil, balita kekurangan gizi, dan lansia—tidak lagi terpinggirkan dari layanan dasar.
Kolaborasi dan Komitmen Bersama
Pelantikan ini juga menjadi momen penguatan kolaborasi lintas sektor. Hadir dalam kegiatan ini para pejabat SKPD terkait, kader Posyandu, tokoh masyarakat, dan organisasi perempuan yang menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemkab Tapin.
“Kami akan dukung penuh. Selama ini Posyandu sangat membantu masyarakat desa. Kalau dibina dengan baik, hasilnya sangat terasa,” ujar Nur Asiah, salah satu kader Posyandu dari Kecamatan Tapin Utara.
Harapan Baru dari Tapin untuk Indonesia Sehat
Dengan semangat pembaruan dan sinergi semua pihak, Posyandu di Tapin kini tengah menuju wajah baru—lebih inklusif, informatif, dan berdampak nyata.
“Kami berharap Posyandu benar-benar menjadi rumah kedua bagi warga, tempat bertanya, tempat belajar, dan tempat tumbuh sehat bersama,” tutup Hj. Faridah Yamani.