TERAS7.COM – Program Kredit Usaha Rakyat Martapura Manfaat dan Sinergi (Kurma Manis) yang digagas Pemerintah Kabupaten Banjar bersama PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Martapura Sejahtera terus menunjukkan hasil menggembirakan. Sejak diluncurkan pada 2021, total pembiayaan yang tersalurkan mencapai lebih dari Rp6,3 miliar kepada ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai kecamatan.
Direktur Bisnis PT BPR Martapura Sejahtera, Irhamdi, mengatakan bahwa Kurma Manis dirancang untuk membantu pelaku usaha kecil mengakses modal tanpa bunga dan tanpa biaya administrasi. Program ini dijalankan secara bertahap seiring dukungan pendanaan dari pemerintah daerah.
“Tahun pertama kami mendapat pinjaman daerah sebesar Rp250 juta, kemudian meningkat menjadi Rp1 miliar pada 2022. Sejak 2023 hingga 2025, dukungan pemerintah diberikan melalui skema penyertaan modal daerah yang diatur dalam Peraturan Bupati,” jelasnya, Selasa (28/10/2025).
Dari total penyertaan modal yang diterima, separuhnya dialokasikan khusus untuk program Kurma Manis, sedangkan sisanya digunakan untuk mendukung operasional perbankan lainnya. Pada tahun 2025, tercatat dana sebesar Rp750 juta telah disalurkan, dengan realisasi pinjaman mencapai Rp558 juta kepada 100 nasabah aktif.
“Hingga kini, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Banjar sudah terjangkau, kecuali Kecamatan Paramasan yang terkendala jarak dan akses. Tapi komitmen kami tetap untuk menjangkau seluruh wilayah,” ujarnya.
Meski sempat terkendala bencana banjir pada 2024 yang berdampak pada sektor pertanian dan perikanan, Irhamdi menyebut tingkat kredit bermasalah (non-performing loan) masih sangat rendah, hanya sekitar satu persen.
“Sebagian besar nasabah tetap disiplin membayar cicilan, bahkan ada yang menyesuaikan kemampuan dengan mencicil Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bulan. Mereka tetap bertanggung jawab,” tambahnya.
Menurutnya, keberhasilan Kurma Manis juga tak lepas dari sinergi lintas sektor. Setiap pengajuan kredit wajib disertai rekomendasi dari dinas teknis sesuai bidang usaha, seperti Dinas Pertanian, Perikanan, Perdagangan, atau Koperasi.
Untuk tahun mendatang, BPR Martapura Sejahtera telah mengusulkan peningkatan alokasi dana mengingat tingginya minat masyarakat. Namun, realisasi masih menunggu kemampuan fiskal daerah.
“Antusiasme pelaku UMKM sangat tinggi. Kami siap menyalurkan tambahan dana berapa pun yang diberikan pemerintah, karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tutur Irhamdi.
Dari sekitar 67 ribu pelaku UMKM di Kabupaten Banjar, program Kurma Manis baru menjangkau sebagian kecil. Namun, dampaknya dirasakan nyata oleh masyarakat karena memberikan akses modal tanpa bunga, tanpa biaya, dan dengan syarat yang ringan.
“Kurma Manis sangat membantu. Pinjaman di bawah Rp5 juta tanpa jaminan, sedangkan untuk nominal Rp5–10 juta cukup dengan jaminan ringan seperti BPKB atau sertifikat. Kami berharap program ini terus berlanjut agar semakin banyak UMKM yang tumbuh,” pungkasnya.