TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Banjar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Lewat peluncuran Program TUNTAS BANJAR (Terobosan untuk Anak Tidak Sekolah), Pemkab Banjar menargetkan percepatan penurunan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) secara signifikan.
Program tersebut diluncurkan dalam Apel Kerja Gabungan yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Senin (04/08/2025) pagi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, menyebutkan bahwa TUNTAS BANJAR merupakan gerakan kolaboratif lintas sektor yang melibatkan Forkopimda, seluruh SKPD, hingga lapisan masyarakat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu keterlibatan aktif dari semua pihak, terutama masyarakat, untuk mendata dan mengajak anak-anak yang tidak bersekolah kembali ke bangku pendidikan,” ujarnya.
Tak hanya menargetkan jalur formal, program ini juga membuka akses bagi anak-anak untuk menempuh pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan program kesetaraan.
Disdik Banjar juga menggandeng UPZ Dinas Pendidikan dan BAZNAS Kabupaten Banjar untuk membantu pembiayaan pendidikan anak-anak dari keluarga tidak mampu.
“Kalau terkendala biaya, kami bantu. Yang penting anak-anak ini bisa lanjut sekolah,” imbuh Liana.
Sejak awal program ini berjalan pada tahun 2024, hasilnya mulai terlihat. Dari semula 17.000 anak tidak sekolah, kini jumlahnya turun menjadi sekitar 10.000 anak.
Bahkan, di tahun 2025 ini, telah tercatat penambahan sebanyak 1.500 hingga 2.000 siswa baru yang kembali masuk ke sistem pendidikan.
Namun Liana juga menyoroti, masih banyak anak di Kabupaten Banjar yang aktif belajar di pesantren atau pendidikan agama, tetapi belum tercatat secara administratif di sistem pendidikan nasional.
“Mereka semangat belajar sangat tinggi, bahkan bisa tiga kali sehari. Tapi karena tidak masuk dalam sistem formal atau kesetaraan, tetap dikategorikan sebagai ATS oleh pusat,” jelasnya.
Oleh karena itu, Program TUNTAS BANJAR juga diarahkan untuk menjembatani jalur pendidikan informal agar tetap tercatat dan diakui dalam sistem nasional. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Banjar.
Liana pun menegaskan, program ini akan terus berjalan secara berkelanjutan.
“Seperti yang disampaikan Pak Bupati, selama masih ada anak yang belum sekolah, kita akan terus bergerak. Ini bukan hanya program sesaat, tapi komitmen sepanjang hayat,” pungkasnya.