TERAS7.COM – Penumpukan sampah yang sempat menggunung di kawasan Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) Martapura kembali menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Kabupaten Banjar.
Keluhan pedagang dan pengunjung terkait bau menyengat yang mengganggu aktivitas pasar turut memperkuat desakan agar persoalan ini segera ditangani, Rabu (10/12/2025).
Yang memprihatinkan, tumpukan sampah pasar itu berada persis di area yang berdekatan dengan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) milik Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar.
Ironisnya, meski lokasinya sangat dekat, sampah pasar justru tidak diizinkan dibuang ke TPS 3R. Beberapa pedagang yang ditemui KBK.News mengungkapkan bahwa TPS 3R hanya menerima sampah rumah tangga, sementara sampah pasar dianggap sepenuhnya menjadi tanggung jawab Perumda Pasar Bauntung Batuah sebagai pengelola PPS.
Situasi tersebut mendapatkan respon dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjar, Rahmat Saleh. Ia menilai persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut dan meminta agar DPRKPLH serta Perumda Pasar segera melakukan koordinasi.
“Saya mendapat laporan bahwa terjadi penumpukan sampah hingga menimbulkan bau tidak sedap, padahal lokasinya sangat dekat dengan TPS 3R,” ujar Rahmat Saleh, didampingi anggota Komisi II Ali Syahbana dan Wahyudin.
Rahmat memahami bahwa pembatasan penerimaan sampah di TPS 3R mungkin berdasarkan pertimbangan teknis. Namun, ia menegaskan bahwa fasilitas milik pemerintah daerah semestinya dapat dimaksimalkan, terutama dalam kondisi darurat agar tidak menimbulkan masalah baru.
“Kalau memang sampah pasar tidak bisa masuk secara rutin, setidaknya dalam kondisi darurat bisa diprioritaskan dulu agar tidak menumpuk. Jangan sampai terus-terusan terjadi sehingga mencoreng wajah daerah,” tegasnya.
Dalam kunjungan kerja Komisi II ke Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Rahmat melihat pengelolaan sampah pasar yang lebih modern dengan penggunaan mesin incinerator. Ia mendorong Perumda Pasar Bauntung Batuah belajar dari pengalaman tersebut untuk meningkatkan kualitas layanan kebersihan.
Selain itu, Komisi II mengingatkan bahwa Kabupaten Banjar akan menghadapi momen besar Haul Guru Sekumpul 5 Rajab, yang setiap tahun dihadiri jutaan jemaah. Menurut Rahmat, persiapan kebersihan harus menjadi prioritas utama.
“Jangan sampai tamu yang datang justru disambut dengan bau sampah. Persiapan kebersihan harus benar-benar maksimal,” tegasnya.
Untuk memastikan penanganan berjalan efektif, Komisi II DPRD Banjar berencana memfasilitasi pertemuan antara DPRKPLH dan Perumda Pasar Bauntung Batuah dalam waktu dekat.
“Kita ingin semua pihak duduk satu meja, mencari solusi, dan tidak saling lempar tanggung jawab. Kalau tujuannya untuk kebaikan daerah, maka semua harus bergerak bersama,” pungkas Rahmat.