TERAS7.COM – Ketua Relawan Perempuan Manis (RPM), Hj Mislani menekankan pentingnya sosok pemimpin menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan suku, ras, maupun agama.
Mengutip perkataan mendiang Benny Laos, Calon Gubernur Maluku Utara, Hj Mislani mengatakan, bahwa seorang manusia tidak bisa memilih dilahirkan dari rahim siapa, suku dan agama apa.
Karena kata Hj Mislani, hal tersebut merupakan takdir yang sudah ditetapkan oleh Sang Maha Kuasa.
“Kita terlahir dari rahim siapa, kita terlahir dari suku apa, dan kita terlahir dari agama apa, itu kita semua tidak bisa memilih, jadi itu semua harus kita terima karena merupakan takdir dari Allah SWT. Sangat menyentuh kata-kata beliau,” ujar Hj Mislani saat silaturahmi RPM bersama masyarakat Kabupaten Banjar.
Karena yang terpenting kata Hj Mislani, sebagai manusia itu harus menjaga perbedaan, memelihara kesatuan, dan menyayangi satu sama lain.
Masih mengutip kata-kata Benny Laos, Hj Mislani mengatakan, bahwa kebaikan juga tidak memandang agama, ras, maupun suku, melainkan kebaikan terlahir bagi semua insan manusia di bumi.
“Kata beliau, kebaikan tidak terlahir dari rahim tertentu, kebaikan tidak terlahir dari suku tertentu, dan kebaikan tidak terlahir dari agama tertentu, karena kebaikan terlahir bagi semua manusia yang terlahir di dunia,” ucapnya.
Sehingga kata Hj Mislani, tanpa memandang suku, agama, maupun ras, seorang pemimpin yang baik itu berkewajiban memastikan masyarakatnya hidup adil dan sejahtera.
“Dan kata Beni Laos, tugas serta kewajiban sebagai pemimpin itu memastikan hidup masyarakat adil dan sejahtera,” ucap Hj Mislani.
Sebagai warga Indonesia, ditegaskan Hj Mislani sudah sepantasnya menjunjung tinggi nilai Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.
“Kita ini Bhinneka Tunggal Ika, meski perbedaan agama maupun suku, tetapi Indonesia tetap satu,” tukasnya.
(ADV)