TERAS7.COM – Musibah banjir yang melanda hampir sebagian wilayah di Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu, tentu menyisakan cerita pilu dan duka mendalam bagi korban yang terdampak.
Seperti halnya yang dialami seorang Nenek Diyang warga Desa Sambangan Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut. Nenek berumur 77 tahun tersebut merupakan salah satu korban yang ikut mengalami kisah pilu dari keganasan bencana banjir.
Bagaiman tidak, kitab suci Alquran dan buku Yasin peninggalan Almarhum suaminya yang telah meninggal 17 tahun yang lalu, tak bisa ia selamatkan dari musibah banjir, dikarenakan saat itu dirinya harus mengungsi dari rumahnya ke sekolah yang letaknya lebih tinggi.
“Alquran ini pemberian (warisan) almarhum suami saya,” kata Nenek Diang sembari menunjukkan Alquran yang telah ia jemur pasca musibah banjir di rumahnya, Senin (01/02).
Nenek Diyang bercerita, bahwa saat awal mula banjir melanda ia masih berupaya mencari warisan dari Almarhum suami tersebut namun tak membuahkan hasil.
Kemudian, dengan ikhtiar dan memiliki keyakinan bahwa mampu menemukan peninggalan Almarhum suaminya tersebut, akhirnya Nenek Diyang menemukan Alquran tersebut, kendati beberapa lembar Alquran dan buku yasin harus ia relakan tersapu oleh banjir.
“Pasca banjir bahkan saya mencarinya di luar rumah. Jika masih ada dan ditemukan, langsung dijemur,” imbuh nenek yang telah memiliki seorang buyut ini.
Kendati demikian, Nenek Diyang tetap besyukur kenang-kenangan dari orang yang sangat dicintainya yang telah berpulang 17 tahun lalu tersebut, masih dapat ia selamatkan, walaupun hanya beberapa lembaran saja.
Mendengar kisah pilu dari Nenek Diyang, relawan ACT-MRI Kalsel, Deny Erwin memutuskan berangkat ke Desa Sambangan untuk langsung menemui Nenek Diyang dan memberikan bantuan sedikitnya lima buah Alquran.
“Begitu saya beri Alquran ini kepada beliau, langsung disambut dengan haru dan gembira. Berkali-kali kalimat syukur terucap dari mulut beliau,” kata Deny yang berasal dari Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu ini.
Deny menambahkan, selain Alquran yang ia serahkan ada juga bantuan berupa alat sholat, seperti sajadah dan mukena, lantas kedua bantuan tersebut diterima dengan sukacita oleh Nenek Diyang.
“Tentunya kita berharap bantuan Alquran dan alat sholat ini dapat bermanfaat untuk Nenek Diyang, yang tak patah semangat untuk beribadah kendati telah berusia lanjut,” pungkas Deny.
