TERAS7.COM – Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan yang menjadi titik utama peresmian Sekolah Rakyat se-Indonesia saat ini masih berstatus sekolah rintisan dengan kapasitas terbatas.
Kepala SRT 9 Banjarbaru, Rifki Hakim menyebutkan, saat ini sekolah rakyat yang berada di lingkungan BBPPKS Banjarmasin ini baru mampu menampung 125 peserta didik.
“Untuk saat ini, daya tampung yang tersedia di sini masih 125 peserta didik. Itu menyesuaikan dengan kondisi sekolah yang masih bersifat rintisan dan keterbatasan asrama yang ada,” ujar Rifki, Rabu (14/01/2026).

Meski begitu, pihak sekolah sudah menyiapkan rencana ekspansi jangka panjang, Rifki menegaskan, jika SRT 9 Banjarbaru sudah menjadi sekolah permanen sesuai arahan Presiden, kuota per sekolah bisa meningkat hingga 1.000 siswa.
“Ke depan, kalau sekolahnya sudah permanen sesuai instruksi Bapak Presiden, kuota yang disiapkan itu satu sekolah rakyat bisa menampung hingga 1.000 siswa. Namun apakah 1.000 siswa itu mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, atau hanya SMA saja, itu masih dalam tahap persiapan dan pembahasan,” jelas Rifki.
Sistem penerimaan siswa pun berbeda dengan sekolah negeri pada umumnya, Rifki menjelaskan, pihak sekolah tidak membuka pendaftaran umum, melainkan melakukan seleksi ketat berdasarkan data keluarga kurang mampu dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) yang dikelola BPS.
“Prinsipnya kami jemput bola. Data awal dipegang BPS, kemudian dikonfirmasi pihak terkait. Anak yang bisa masuk ke sekolah rakyat harus berasal dari keluarga miskin atau miskin ekstrem, kategori desil 1 dan 2,” tambah Rifki.
Dengan mekanisme ini, SRT 9 Banjarbaru memastikan peserta didik yang paling membutuhkan mendapat prioritas, sambil menyiapkan ekspansi kapasitas sekolah di masa mendatang.