TERAS7.COM – Ratusan pedagang terapung dan ribuan pengunjung memadati sungai dalam gelaran Festival Pasar Terapung 2025, ikon pariwisata Banjar, Minggu (9/11/2025) pagi.
Pembukaan festival dilakukan oleh Pj Sekda Kabupaten Banjar, Ikhwansyah, mewakili Bupati Banjar H. Saidi Mansyur. Ikhwansyah menegaskan bahwa kegiatan tahunan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjaga warisan budaya sungai sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Setiap tahun kegiatan ini kita laksanakan untuk menggerakkan roda ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM. Semoga pasar terapung ini terus memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat keberlanjutan tradisi jual beli di sungai,” ujarnya.
Meski sempat diguyur hujan, suasana festival tetap meriah. Para acil-acil penjual sayur, kuliner tradisional, dan hasil kebun tampak semangat melayani pembeli dari atas jukung, sementara pengunjung antusias berbelanja dan menikmati keunikan pasar yang berlangsung di atas air.
“Tadi kita melihat suasananya sangat hidup. Banyak pedagang bersemangat berjualan. Kami mengajak masyarakat bukan hanya menonton, tapi juga membeli untuk membantu para pedagang kecil,” tambahnya.
Festival Pasar Terapung Lok Baintan telah menjadi agenda wisata nasional dan dikenal hingga tingkat internasional berkat keunikan budaya transaksi di atas sungai. Aktivitas ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat Banjar yang telah berlangsung turun-temurun.
Ikhwansyah juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi tersebut di tengah perubahan zaman. Menurutnya, bergesernya transportasi warga dari jalur sungai ke jalur darat berpotensi memudarkan identitas budaya sungai jika tidak dilestarikan.
“Ini kearifan lokal yang harus kita jaga. Dulu bahkan ada kiris yang digunakan sebagai alat takaran jual beli. Hal-hal seperti itu bagian dari sejarah dan budaya Banjar yang jangan sampai hilang,” tegasnya.
Melalui Festival Pasar Terapung 2025, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap masyarakat semakin mencintai budaya sungai dan menjadikannya sumber inspirasi untuk membangun ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.