Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Sempat Hambat Kelotok Besar Melintas Saat Haul Sekumpul, Masyarakat Bisa Minta Tinggikan Jembatan Gantung
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Sempat Hambat Kelotok Besar Melintas Saat Haul Sekumpul, Masyarakat Bisa Minta Tinggikan Jembatan Gantung

Rizki Saputera
Rizki Saputera 6 Maret 2020, 13.40
Share
WhatsApp Image 2020 02 29 at 14.42.05
SHARE

TERAS7.COM – Pada pelaksanaan Haul ke 15 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul beberapa waktu yang lalu, jalur sungai menjadi salah satu jalur primadona bagi jamaah yang menuju Kota Martapura.

Jalur sungai Martapura yang sebelumnya mati suri sejak adanya jalur darat, kembali hidup setelah ratusan perahu kayu bermotor atau Kelotok berbagai ukuran menuju kota Intan.

Di bumi Serambi Mekkah, ratusan kelotok ini bersandar di dermaga-dermaga lama di bantaran Sungai Martapura yang sejak puluhan hingga ratusan tahun lalu telah menjadi pintu masuk ke Martapura.

WhatsApp Image 2020 02 29 at 14.41.59 1
Jelang Haul Guru Sekumpul ke 15, dermaga-dermaga sungai yang berada di Kota Martapura kembali dipenuhi kelotok berbagai ukuran

Namun pemandangan unik ramainya jalur sungai yang telah hilang sejak bertahun-tahun lalu ditengah gencarnya pembangunan jalur darat ini tak sepenuhnya mulus.

Naiknya permukaan aliran Sungai Martapura beberapa waktu sebelum hari H membuat perjalanan Kelotok berukuran besar tidak sepenuhnya lancar, karena salah satu Jembatan Gantung yang berada di Desa Sungai Batang Ilir, Kecamatan Martapura menjadi penghalang.

Baca juga :

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Kelotok yang memiliki tinggi 2 meter lebih, terhalang sejenak untuk melintasi jembatan yang telah dibangun sejak 2 tahun yang lalu ini, beberapa berhasil melintas dibantu relawan yang sudah bersiap.

WhatsApp Image 2020 03 01 at 08.14.47
Salah satu kelotok besar hendak melintasi Jembatan Sungai Batang Ilir, tampak 1 buah kelotok besar tak dapat melintas

Tapi ada pula yang terpaksa “istirahat” menunggu aliran Sungai Martapura turun agar bisa melintasi jembatan gantung yang menghubungkan masyarakat sekitar ke lahan persawahan mereka.

Beberapa waktu yang lalu, kepada Teras7.com, Koordinator Tim Dermaga Air Darussalam Posko Sungai Batang Bersatu, M. Khalil berharap agar pemerintah memperhatikan masalah ini.

Ia mengungkapkan saat jamaah haul ramai datang melalui jalur sungai, permukaan air selama 2 tahun ini selalu naik dan mengakibatkan jarak antara permukaan air dan jembatan kurang dari 2 meter membuat kelotok ukuran besar tak bisa melintas.

“Kami berharap agar pemerintah meninggikan jembatan gantung, jadi pada saat haul nanti apabila permukaan air kembali meningkat, kelotok berukuran tetap besar bisa melintas dengan aman,” terang Khalil.

WhatsApp Image 2020 03 06 at 18.57.47
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar, Ahmad Solhan

Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar, Ahmad Solhan saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat pagi (6/3) mengungkapkan pihaknya rutin melaksanakan perawatan jembatan gantung yang ada di Kabupaten Banjar.

“Kita tahu lalu lintas di sungai tak sebanyak dahulu, jadi untuk kelotok besar tak banyak lagi yang melintas. Tapi pada saat haul kemarin memang banyak kelotok besar datang dari Kalteng, jadi kita tak mengira bahwa kelotok besar kesulitan melewati jembatan gantung tersebut. Apalagi saat pembangunan jembatan tersebut memang tak memperhitungkan lewatnya kelotok besar saat permukaan air sungai naik,” ujarnya.

Sebenarnya bukan jembatan gantung yang menghambat, tapi naiknya permukaan air Sungai Martapura kata Ahmad Solhan yang membuat kelotok besar tak bisa melintas.

Ke depannya lanjut Kabid Bina Marga ini, jembatan gantung tersebut dapat ditinggikan sesuai keperluan agar tidak mengganggu arus lalu lintas di sungai.

“Insya Allah akan ditinggikan, tapi kami akan melihat urgensinya dan juga anggaran yang ada. Masyarakat juga harus membuat permohonan langsung kepada kami jika kebutuhan masyarakat akan hal tersebut memang ada,” ungkapnya.

WhatsApp Image 2020 03 06 at 18.57.20
Jembatan gantung yang ada di Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk ini menjadi ikon pariwisata

Pasalnya jalur Sungai Martapura hanya ramai dipadati kelotok berbagai ukuran ketika menjelang dan seusai Haul Guru Sekumpul yang rutin dilaksanakan setahun sekali.

“Untuk meninggikan jembatan tersebut memang memungkinkan, tapi masih memerlukan perhitungan dan mungkin juga perlu dilakukan perombakan, nanti kita cek lagi ke lapangan. Apalagi kami memang kita rutin memelihara seluruh jembatan gantung yang ada di Kabupaten Banjar apabila ada laporan dari masyarakat,” jelasnya.

Seperti Jembatan Gantung yang mengalami penurunan di Desa Pasar Jati, Bina Marga Dinas PUPR Banjar ujarnya langsung mengencangkan jembatan tersebut setelah adanya laporan dari masyarakat.

Bahkan pihaknya berencana untuk mengganti jembatan gantung yang ada di Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk.

“Tapi masyarakat tak mau diganti karena jembatan gantung tersebut menjadi ikon wisata disana, karena itu kita rutin melakukan pemeliharaan jembatan gantung yang ada disana,” terang Ahmad Solhan.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17

You Might Also Like

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Ketua DPRD Banjar Hadiri Upacara Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?