TERAS7.COM – Setelah diperbaiki dan diperlebar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, jembatan irigasi yang berada di Jalan Pendidikan dan Jalan Sekumpul Ujung diresmikan oleh Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor pada Kamis (20/2).
Namun masih tersisa satu jembatan irigasi yang kondisinya sama dengan dua jembatan irigasi yang telah telah diresmikan tersebut, yaitu jembatan irigasi di Jalan Taruna Praja, Desa Sungai Sipai, Kecamatan Martapura yang kondisinya memprihatinkan dan memerlukan pelebaran.
Jembatan tersebut telah mengalami kerusakan di bagian pagar dan lebarnya tak sesuai dengan volume kendaraan serta padatnya arus lalu lintas karena menjadi jalur alternative penghubung Martapura dan Banjarbaru.
Tapi tak seperti dua jembatan irigasi yang telah diresmikan, jembatan irigasi jalan Taruna Praja ini tidak diperbaiki karena dinilai merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Banjar.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar usai peresmian jembatan irigasi di Jalan Pendidikan dan Jalan Sekumpul Ujung.
“Jembatan yang berada di jalan tersebut merupakan kewenangan Kabupaten karena berada di jalan Kabupaten. Kecuali Kabupaten tidak mampu memperbaiki jembatan tersebut, baru kita ambil alih dan pembangunannya disesuaikan dengan skala prioritas dan anggaran yang ada,” ujarnya.
Sementara itu Sekda Banjar, HM. Hilman yang juga Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar mengatakan pihaknya telah mengusulkan 3 jembatan irigasi yang berada di Jalan Pendidikan, Jalan Sekumpul Ujung dan Jalan Taruna Praja untuk diperbaiki.
“Kita sudah mengusulkan agar 3 jembatan tersebut ditangani perbaikannya oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, akan tetapi hanya 2 jembatan yang ditangani,” katanya.

HM. Hilman berharap satu jembatan irigasi yang tersisa dapat segera ditangani oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Harapannya jembatan tersebut bisa segera ditangani oleh Pemerintah Provinsi,” terangnya.
Perbaikan dan pelebaran Jembatan irigasi jalan Taruna Praja yang lebarnya kurang lebih 2 meter tersebut telah menjadi harapan bagi masyarakat sekitar sejak lama.
Seperti yang diungkapkan Putra (27) warga Desa Sungai Sipai, sering kali terjadi kemacetan lalu lintas di jembatan irigasi tersebut.
“Seperti beberapa waktu yang lalu ada sebuah mobil sedan dan sebuah mobil pikap yang berlawanan arah tepat berada di tengah-tengah jembatan dan sempat membuat macet selama beberapa menit. Kedua sopir tak mau mengalah dan sama-sama tak bereaksi beberapa menit,” ungkapnya.
Sementara itu mulai terjadi antrian puluhan kendaraan yang cukup panjang di belakang kedua mobil itu, akibatnya tak bisa jalan dan bunyi klason mulai bersahutan.
“Selang beberapa saat kemudian, pengemudi sedan putih akhirnya mengalah dan perlahan memundurkan mobilnya hingga arus lalu lintas kembali normal. Kejadian seperti ini bukan yang pertama kali terjadi, sudah puluhan kali terjadi bahkan sampai nyaris adu fisik antara sopir,” jelas Putra.
Ia meminta agar pemerintah provinsi membuka mata untuk memperbaiki dan melebarkan Jembatan yang sudah puluhan tahun membentang di atas saluran irigasi ini.
“Sudah saatnya jembatan ini dilebarkan menyesuaikan dengan volume kendaraan dan padatnya arus lalu lintas di jalur alternatif penghubung Martapura dan Banjarbaru ini. Semoga dengan pelebaran yang dilakukan, kami tidak lagi dengar bunyi klakson bersahut-sahutan dan tak lagi dengar pengendara yang nyaris adu fisik di dekat jembatan,” harap Putra.