TERAS7.COM – Kelompok Tani Berkat Usaha Mandiri melaksanakan panen padi sawah pada lahan 20 hektar.
Sejauh mata memandang, hamparan padi yang sudah menguning siap panen membentang luas ketika orang nomor satu di Bumi Saijaan, Bupati Kotabaru Sayed Jafar menghadiri undangan panen padi sawah di Desa Berangas, Kecamatan Pulau Laut Timur, Selasa (11/06/2024).
Tiba menginjakkan kaki di Berangas, Bupati memilih berjalan kaki ratusan meter menuju lokasi dengan didampingi istri (Ketua TP PKK) serta rombongan struktural pemerintahan daerah, Forkopimda juga Forkopimcam.
Sepanjang jalan yang dilalui, melewati pematang sawah, alur irigasi, Kepala Daerah sempat menyoroti kurang maksimalnya fungsi irigasi karena ditumbuhi rumput liar dan berlumpur.
Diperkirakan 20 menit waktu tempuh, Bupati serta rombongan tiba di lokasi panen dengan disambut kalungan bunga dari pelajar Sekolah Dasar setempat.
Bupati Kotabaru dalam sambutannya kembali mengingatkan akan pentingnya pengairan. Kata Sayed Jafar, bagaimana air bisa lancar mengairi lahan sawah jika irigasinya mampat.
“Bagaimana kita bisa bercocok tanam 2 hingga 3 kali bila irigasinya mampat. Sama dengan aliran darah kita, bagaimana mau lancar, bagaimana mau sehat bila mampat,” sesalnya sambil memperagakan.
Ini merupakan tugas untuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, agar kelompok tani yang ada sekarang lebih didorong untuk bercocok tanamnya lebih banyak lagi kedepannya.
“Saya berharap Berangas bisa menghasilkan padi berlimpah. Mudah-mudahan ke depan masih ada waktu, tidak ada istilah terlambat,” tandasnya.
Terpisah, menanggapi mampat nya irigasi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Saperiani kepada teras7.com menyatakan, telah memerintahkan Kabid Prasarana, Sarana dan Penyuluhan (PSP) untuk meninjau bendungan sumber aliran air ke irigasi persawahan.
“Jadi, sesuai arahan Bupati, tadi, kami langsung menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan PUPR, terutama sumber daya air,” ucapnya.
“Kemudian, apakah ini menjadi kewenangan kami? Kalau kewenangan kami, maka akan kami tindaklanjuti sesuai kemampuan kami. Tapi kalau memang itu kewenangannya di Dinas PUPR, kami juga akan bersurat nantinya agar ini bisa ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Perlu diketahui, di tahun 2024 ini Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian akan melaksanakan kegiatan peningkatan mutu intensifikasi (agrobisnis padi sawah) seluas 100 Ha yang dilaksanakan di 5 lokasi antara lain, Desa Berangas, Kecamatan Pulau Laut Timur, Desa Salino, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Desa Sungai Hanyar, Kecamatan Kelumpang Utara dan Desa Bakau, Kecamatan Pamukan Utara.
Selanjutnya, upaya lainnya yang dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan hasil produksi padi yaitu dengan mengusulkan kuota pupuk bersubsidi ke pemerintah pusat agar bisa ditambah yang sebelumnya pupuk urea 966.882 ton menjadi 1.623.098 ton,pupuk NPK sebelumnya 932.161 ton menjadi 1.992.788 ton dan pupuk organik sebelumnya tidak ada menjadi 1.228.659 ton.