TERAS7.COM – Upaya penyesuaian hunian di kawasan rawa Kota Banjarbaru mulai bergerak dari tahap gagasan menuju implementasi nyata. Pembangunan rumah panggung sebagai respons terhadap kerawanan banjir kini telah dilakukan di wilayah selatan kota, khususnya Kecamatan Liang Anggang.
Anggota DPRD Kota Banjarbaru dari Daerah Pemilihan Liang Anggang, Siska Monalisa, mengungkapkan bahwa pembangunan rumah panggung telah berjalan melalui program bedah rumah yang didukung anggaran pemerintah daerah. Sejumlah unit telah direalisasikan, sementara lainnya masih dalam proses penyelesaian.
“Di lapangan sudah ada yang dibangun. Dua unit rumah panggung sudah selesai, satu masih tahap akhir, dan pada tahun anggaran ini juga dialokasikan tambahan sepuluh unit,” ujar Siska.
Menurutnya, langkah ini menunjukkan bahwa kebijakan rumah panggung bukan lagi sekadar rencana jangka panjang, melainkan telah menjadi bagian dari intervensi pemerintah dalam menjawab persoalan banjir yang berulang di kawasan rawa.
Siska menilai, pembangunan rumah panggung merupakan bentuk adaptasi yang paling relevan terhadap kondisi geografis wilayah Liang Anggang dan sekitarnya.
Menurut Siska, tanpa pendekatan struktural seperti ini, pemerintah daerah dinilai hanya akan terus berkutat pada penanganan dampak banjir tanpa solusi jangka panjang.
Ia menambahkan, karena praktik pembangunan sudah berlangsung, maka penguatan regulasi menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Kebijakan yang jelas dibutuhkan agar program tersebut memiliki dasar hukum dan arah yang berkelanjutan.
“Kalau pelaksanaannya sudah jalan, regulasinya jangan sampai tertinggal. Ini penting untuk kepastian bagi masyarakat dan agar persoalan banjir tidak terus berulang setiap tahun,” katanya.
Siska juga menyebutkan bahwa Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) sebagai mitra kerja Komisi III DPRD Banjarbaru telah menganggarkan program bedah rumah sebanyak 33 unit, termasuk pembangunan rumah panggung di wilayah selatan kota.
Ia menilai kebijakan rumah panggung ke depan perlu dipersiapkan lebih dini dan terintegrasi, terutama di wilayah rawa yang telah lama menghadapi persoalan banjir.
Ke depan, Siska menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan perumahan di kawasan rawa agar lebih terencana, berpihak pada keselamatan warga, serta sejalan dengan upaya penataan lingkungan dan mitigasi banjir jangka panjang di Kota Banjarbaru.