TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Tapin terus mempercepat pembangunan Gerai Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI. Targetnya, empat desa dapat merampungkan pembangunan tahap awal pada awal 2026.
Percepatan tersebut menjadi fokus dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Aula Tamasa, melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, hingga perangkat desa se-Kabupaten Tapin.
Dandim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra menegaskan, keterlibatan TNI merupakan bagian dari penugasan dalam mendukung pengawasan pembangunan, khususnya pada tahap konstruksi.
“Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kesiapan lahan. Karena itu kami juga membantu pemerintah daerah mengatasi kendala di lapangan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, persoalan lahan masih menjadi tantangan utama yang tidak hanya terjadi di Tapin, tetapi juga di banyak daerah lain di Indonesia. Melalui koordinasi ini, diharapkan solusi konkret dapat segera dijalankan.
Data sementara menunjukkan, dari 135 desa dan kelurahan di Tapin, baru sebagian kecil yang masuk tahap progres. Sejumlah wilayah masih terkendala ketersediaan lahan, luas yang belum memenuhi syarat, hingga kebutuhan pematangan lahan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tapin, Rahmadi, mengungkapkan masih banyak desa yang lahannya belum siap sesuai ketentuan.
“Kendala yang dihadapi cukup beragam, mulai dari belum memiliki lahan hingga kondisi lokasi yang belum layak bangun,” jelasnya.
Sebagai langkah percepatan, pemerintah daerah mengarahkan pemanfaatan Dana Desa, khususnya yang belum terserap, untuk mendukung pembelian lahan maupun pekerjaan pengurukan.
Selain itu, Pemkab Tapin juga membuka peluang penggunaan aset daerah sebagai alternatif solusi. Beberapa desa bahkan telah mengusulkan pemanfaatan lahan milik pemerintah yang tidak lagi digunakan.
Rahmadi menegaskan, seluruh proses tetap harus mengedepankan prinsip transparansi, termasuk dalam penentuan harga tanah yang wajib mengacu pada harga pasar tanpa praktik mark up.Ia menambahkan, percepatan pembangunan koperasi desa tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak.
“Kalau semua bergerak bersama, progres akan lebih cepat. Ini untuk kepentingan masyarakat, agar koperasi segera hadir dan bisa dimanfaatkan,” tegasnya.
Dengan sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, Pemkab Tapin optimistis program Koperasi Merah Putih dapat terealisasi sesuai target dan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.