TERAS7.COM – Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Putra Qomaluddin Attar Nurriqli melaksanakan reses bersama warga Kelurahan Mentaos di kawasan Wisata Hutan Pinus, Jalan Pangeran Suriansyah, Banjarbaru Utara, Rabu (3/12/2025).
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah aspirasi prioritas kembali disampaikan warga kepada pria yang akrab disapa Bang Qomal ini untuk ditindaklanjuti.
Bang Qomal menjelaskan, beberapa persoalan mendesak menjadi sorotan warga yaitu salah satunya terkait kapasitas gorong-gorong di wilayah Gang Bersama yang dinilai tidak mampu menampung debit air.
“Dari skala prioritas, ada beberapa hal yang memang menjadi aspirasi warga Mentaos, terutama soal gorong-gorong yang kapasitasnya tidak mumpuni,” ujarnya.
Selain itu, warga juga menyinggung hasil Musrenbang yang mereka khawatirkan terus tertunda, khususnya perbaikan irigasi yang mengalami jebol. Bang Qomal menegaskan, akan memantau perkembangan usulan tersebut.
“Itu (irigasi jebol -red) sudah masuk Musrenbang, jadi akan ulun pantau progresnya. Apakah masuk anggaran 2026? Kalau tidak, akan kita pertanyakan kenapa tidak menjadi realisasi,” tegasnya.
Warga juga meminta percepatan pembersihan irigasi karena jarak pembersihan dinilai terlalu jauh. Menurut Bang Qomal, dirinya akan mengupayakan penambahan anggaran agar pengerjaannya bisa lebih cepat dan efektif.
Di sisi lain, kemacetan di kawasan Mentaos turut menjadi keluhan warga. Kondisi ini dipicu oleh keberadaan sekolah premium di kawasan tersebut, di mana mayoritas orang tua siswa menggunakan kendaraan roda empat.

Oleh karena itu, Bang Qomal mendorong adanya solusi berupa pemasangan rambu lalu lintas, penambahan polisi tidur, hingga dukungan personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru, khususnya pada jam masuk sekolah.
Selain persoalan infrastruktur dan lalu lintas, warga juga menyampaikan harapan terkait dukungan usaha mikro. Ia menilai hal ini dapat difasilitasi melalui pembentukan kelompok usaha, yang nantinya bisa dibantu dengan penyediaan peralatan pendukung.
“Menurut ulun, itu sangat bisa dibantu dalam bentuk kelompok usaha,” jelasnya.
Terkait efisiensi anggaran pemerintah saat ini, Bang Qomal juga menyampaikan bahwa sebagian besar permohonan baru kemungkinan akan bisa direalisasikan pada tahun 2027.
Hal ini menurutnya, dikarenakan anggaran 2026 masih digunakan untuk realisasi program tahun sebelumnya, dan belum ada kejelasan mengenai kemungkinan perubahan anggaran untuk pokok pikiran dewan.
“Ulun sudah sampaikan bahwa permohonan kali ini realisasinya pasti akan bergerak di tahun 2027. Karena di tahun 2026 itu masih ada realisasi 2025, dan untuk perubahan nanti kita belum tahu apakah ada anggaran perubahan untuk pokir dewan,” ucapnya.
Meski demikian, Bang Qomal menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat untuk terus memperjuangkan kebutuhan warga Kota Banjarbaru secara luas.
“Perjalanan ulun empat tahun ini mungkin akan menjadi komitmen yang cukup panjang, dan insya Allah sedikit-sedikit bisa kita realisasikan aspirasi masyarakat,” katanya.
Sebagai tanda komitmennya, Bang Qomal membuka akses komunikasi langsung dengan warga dengan membagikan nomor telepon pribadinya.
“Artinya ulun sangat terbuka terhadap aspirasi, kada bebukahan. Mudahan ini bisa jadi semangat bagi mereka bahwa ulun memang ingin mewujudkan apa yang menjadi masalah mereka,” tutupnya.