TERAS7.COM — Sejumlah bollard atau tiang pembatas trotoar di sepanjang Jalan Panglima Batur, Banjarbaru, kembali hilang. Fenomena ini mendapat sorotan serius dari Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Nurkhalis Anshari, yang menilai pencurian fasilitas publik tersebut sebagai kerugian langsung bagi masyarakat.
Berdasarkan laporan warga dan hasil pengecekan petugas lapangan, bollard hilang di beberapa titik strategis, khususnya di sepanjang ruas utama Jalan Panglima Batur. Dugaan kuat, tiang pembatas itu diambil oleh pelaku pencurian pada malam hari.
“Trotoar di Panglima Batur dibangun bukan hanya untuk estetika kota, tetapi untuk keselamatan pejalan kaki,” ujar Khalis.
Menurutnya, ketika bollard dicuri, jalur pedestrian kehilangan fungsi pengaman sehingga membahayakan masyarakat.
Khalis menegaskan, pencurian fasilitas umum tidak bisa dibiarkan karena menimbulkan kerugian publik.
“Fasilitas umum dibeli dengan uang rakyat. Ketika dicuri, yang dirugikan bukan pemerintah, tapi seluruh warga kota,” tegasnya.
Ia menyebut hilangnya bollard ini menunjukkan lemahnya pengawasan aset daerah.
Ia mendorong Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas PUPR dan instansi terkait untuk segera melakukan inventarisasi serta menghitung kerugian akibat hilangnya bollard.
Menurutnya, langkah awal ini penting untuk memastikan data aset yang rusak maupun hilang tercatat dengan jelas.
Selain itu, ia meminta pengamanan trotoar diperkuat, baik melalui pemasangan CCTV maupun patroli malam, serta melaporkan pencurian kepada pihak kepolisian agar pelaku dapat diproses hukum.
Tak hanya itu, ia juga meminta pemerintah segera mengganti bollard yang hilang demi menjaga keselamatan pejalan kaki.
“Pencurian fasilitas publik harus ditindak tegas, jangan sampai dianggap hal biasa,” tambahnya.
Khalis juga mengajak masyarakat turut menjaga fasilitas kota dengan melaporkan aktivitas mencurigakan.
“Keamanan kota bukan hanya tugas pemerintah, tapi seluruh warga. Jika ada yang mencabut atau membawa bollard pada malam hari, segera laporkan,” imbaunya.
DPRD Banjarbaru, kata Khalis, berkomitmen mengawasi pemeliharaan fasilitas publik agar kejadian serupa tidak terus berulang. Hilangnya bollard ini, menurutnya, harus menjadi momentum memperbaiki sistem pengamanan aset kota.