TERAS7.COM – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat yang potensinya untuk pembangunan ekonomi cukup besar saat ini.
Ada beragam produk UMKM di berbagai daera, mulai dari industri makanan rumahan hingga beragam produk kerajinan.
Di Kabupaten Banjar sendiri, ada beragam produk UMKM seperti amplang, kue kering, kerupuk, ikan asin, dan sebagainya.
Namun produk UMKM ini kerap kali cukup sulit untuk menembus pasar ritel modern yang ada, akan tetapi kini potensi untuk menembus pasar ritel terbuka lebar.
Hal ini terungkap saat Managemen PT. Indomaret Cabang Kalselteng mengunjungi Bupati Banjar, Saidi Mansyur didampingi Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah beberapa waktu yang lalu.
Dalam kunjungan yang dipimpin oleh Kepala Cabang Indomaret Kalselteng, Indra Gunawan ini, perusahaan ritel modern yang berdiri sejak 1988 ini bertujuan untuk mengajak kerjasama dengan Pemkab Banjar, terkait produk-produk UMKM Kabupaten Banjar yang bisa dipasarkan melalui Indomart.
“Kami berharap para pelaku UMKM di Kabupaten Banjar bisa berkembang dengan baik. Bagaiman membuat sebuah produk terlihat menarik seperti kemasan yang bagus, sesuai dengan yang di inginkan oleh konsumen,” ujarnya.
Indra Gunawan juga menyampaikan saran bagaimana UMKM-UMKM itu bisa berkembang dengan bagus.
“Kita bisa menularkan ilmu jualan yang modern, karena selama ini UMKM masih mejual secara turun temurun apa yang mereka bisa,” tambahnya.
Sementara itu Saidi Mansyur sendiri menyambut baik kerjasama yang diinginkan oleh managemen toko ritel modern tersebut.
“Nanti kami akan tindak lanjuti bagaimana bagusnya. Kita cek ke Disperindag, apakah ada produk-produk UMKM kita, kita harus selektif juga produk yang mau dipasarkan,” katanya.
Saidi menambahkan banyak produk yang bisa dipasarkan di ritel modern seperti kopi, karena menurutnya hal ini sangat menarik.
“Namun selama ini para UMKM dibayang-bayangi rasa takut akan kehilangan merk mereka setelah dibeli. Itu yang jadi perhatian kita,” ucapnya.
Sedangkan Plt Asisten Perekonomian dan pembangunan, Ikhwansyah menyarankan agar pihak Indomaret mengirimkan surat kerjasama dimaksud kepada pihaknya agar bisa ditindak lanjuti Disperindag.
“Sehingga bisa dilakukan sosialisasi pada pelaku UMKM, produk yang harus sesuai untuk dipasarkan,” terangnya.
Keberadaan toko ritel modern Indomaret sendiri sejauh ini di Kabupaten Banjar berjumlah 24 unit dengan status sewa selama 5 tahun.
Omzetnya sendiri dilaporkan menurun sejak pandemi Covid-19 terjadi di tahun 2020 lalu, akan tetapi para karyawan tetap dipekerjakan guna mendapatkan penghasilan.