TERAS7.COM – Festival Budaya Saijaan (FBS) 2024 di Kotabaru secara resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah, Said Akhmad. Kegiatan ini menandai akhir dari rangkaian berbagai acara yang telah dilakukan selama beberapa hari sebelumnya
Festival ini menjadi momentum penting dalam mempromosikan budaya lokal dan memperkuat identitas daerah di tengah arus globalisasi yang kian deras.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam acara ini menunjukkan komitmen bersama untuk melestarikan budaya. Oleh karena itu, penutupan ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga pengingat akan pentingnya budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Kotabaru beserta Hj. Fatma Idiana, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Kepala SKPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Kotabaru.
Kehadiran tokoh-tokoh ini menambah kesan prestisius pada acara penutupan festival. Partisipasi para pejabat menunjukkan perhatian dan dukungan penuh pemerintah terhadap upaya pelestarian budaya daerah.
Hal ini penting guna menggugah kesadaran masyarakat tentang peran serta mereka dalam menjaga warisan budaya. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, pelestarian budaya dapat terlaksana dengan baik.
Acara penutupan dimulai dengan penampilan Pandaz dari Banjarmasin, dilanjutkan dengan kolaborasi tari Nusantara dari perwakilan anjungan daerah Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan wawasan tentang kekayaan budaya yang ada di Indonesia.
Melalui pertunjukan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan menghargai keragaman budaya yang dimiliki.
Penampilan-penampilan ini menunjukkan semangat kolaborasi antar daerah dalam merayakan budaya yang berbeda-beda. Upaya ini diharapkan dapat membangkitkan rasa cinta terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah menekankan pentingnya pelestarian budaya dalam masyarakat untuk memperkuat jati diri bangsa.
Ia menyampaikan bahwa budaya adalah identitas yang harus dijaga dan dilestarikan agar tidak tergerus oleh pengaruh globalisasi.
“Untuk itu saya berharap, tujuan dari penyelenggaraan event ini dapat menjadi perhatian dan tanggung jawab kita semua, bukan hanya oleh pemerintah daerah maupun panitia penyelenggara, melainkan oleh para seniman, budayawan, pemerhati, pelaku wisata dan masyarakat Kotabaru pada umumnya, sehingga benar-benar menjadi milik masyarakat dan berdampak positif bagi kemajuan daerah dalam wujud peningkatan kunjungan wisatawan dan peningkatan investasi pariwisata di Kabupaten Kotabaru,” jelasnya.
“Melalui acara seperti ini, kita diajak untuk menyadari betapa berharga nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Selain itu, pelestarian budaya juga dapat berkontribusi terhadap pariwisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan dan investasi di Kotabaru. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan berperan aktif dalam menjaga warisan budaya yang ada,” terangnya.
Sekretaris Daerah berharap agar tujuan penyelenggaraan event ini menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya pemerintah daerah dan panitia penyelenggara.
Ia mengajak seniman, budayawan, pemerhati, pelaku wisata, dan masyarakat umum untuk terlibat aktif dalam melestarikan budaya.
Dengan adanya kerjasama yang baik, budaya lokal dapat dimiliki oleh seluruh masyarakat dan berdampak positif bagi kemajuan daerah. Harapan ini merupakan panggilan untuk menjaga dan memelihara kebudayaan agar tetap hidup dan berkembang. Spirit kolaboratif penting agar nilai budaya bisa dirasakan oleh semua kalangan.
Festival Budaya Saijaan 2024 ditutup dengan penampilan memukau dari artis Anji, yang menyanyikan lagu “Bidadari”. Penampilan ini berhasil menarik perhatian masyarakat Kotabaru yang memadati Siring Laut. Dengan lagu yang menggugah semangat, Anji berhasil membangkitkan atmosfer kebersamaan di antara semua hadirin.
Festival ini tidak hanya memperlihatkan seni dan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dengan meningkatkan kunjungan wisata. Sasaran yang lebih besar adalah menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan yang dinantikan oleh banyak orang. Harapan besar untuk mengangkat citra Kotabaru sebagai pusat budaya semakin menguat melalui kegiatan tahunan ini.