Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: ULM Kembangkan Teknologi Olah Sampah Plastik Residu Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

ULM Kembangkan Teknologi Olah Sampah Plastik Residu Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Seman
Seman 7 April 2026, 07.32
Share
IMG 20260407 WA0000
Kepala LPPM Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menunjukkan produk furnitur berbahan komposit hasil olahan sampah plastik residu, (Foto:Seman)
SHARE

TERAS7.COM – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus menunjukkan komitmennya dalam menjawab persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah plastik. Melalui inovasi teknologi, ULM kini mampu mengolah sampah plastik residu yang selama ini tidak bernilai menjadi produk komposit menyerupai kayu atau eco wood.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ULM, Prof. Sunardi, S.Si., M.Sc., Ph.D., mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan konsep “sampah selesai di kampus”. Artinya, seluruh sampah yang dihasilkan di lingkungan kampus diupayakan tidak lagi dibuang ke luar area.

“Harapannya tidak ada sampah dari internal kampus yang keluar. Selain pemilahan dan pengolahan sampah organik menjadi kompos, kami juga fokus mengonversi sampah plastik low value atau residu yang tidak memiliki nilai ekonomi,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, sampah plastik residu merupakan jenis sampah yang umumnya tidak dimanfaatkan, seperti bungkus makanan, plastik campuran, hingga kemasan kotor. Melalui inovasi yang telah dipatenkan, sampah tersebut dilelehkan menggunakan reaktor khusus dan diolah menjadi material komposit.

“Material ini memiliki karakteristik menyerupai kayu, bahkan dalam beberapa aspek kekuatannya bisa melebihi kayu,” jelasnya.

Baca juga :

Tepis Isu Full Day School, Disdik Kabupaten Banjar Tegaskan Sekolah Tetap 6 Hari

HUT Kemerdekaan RI ke-81 Penuh Keceriaan! MIN 23 HST Gelar Lomba Bagi Orang Tua dan Guru

Abdul Hadi Perluas Akses Kuliah, Program 1.000 Sarjana Balangan Kini Jangkau 3.800 Mahasiswa

Produk hasil olahan tersebut dapat dimanfaatkan menjadi berbagai kebutuhan, seperti kusen, pintu, jendela, hingga furnitur. Satu set meja dan kursi yang diproduksi dari sekitar 300 kilogram sampah plastik residu bahkan dapat dijual dengan harga sekitar Rp1 juta.

Selain bernilai ekonomi, material komposit ini juga memiliki daya tahan tinggi. Produk tersebut tahan terhadap rayap, zat kimia, serta memiliki umur pakai yang panjang karena berbahan dasar polimer plastik.

“Karena berbahan dasar plastik, daya tahannya bisa bertahun-tahun, anti rayap, dan tahan terhadap berbagai bahan kimia,” tambahnya.

Dalam hal kapasitas produksi, satu unit alat yang dimiliki ULM mampu mengolah hingga 10 ton sampah plastik residu per hari. Proses pengolahannya pun relatif aman karena tidak melalui pembakaran, melainkan pelelehan pada suhu di bawah 250 derajat Celsius sehingga minim emisi berbahaya.

“Prosesnya tanpa pembakaran, sehingga tidak menghasilkan emisi berbahaya seperti dioksin,” jelasnya.

Saat ini, pengolahan masih difokuskan pada sampah di lingkungan kampus dan sekitarnya. Namun ke depan, ULM membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah maupun masyarakat untuk memperluas pengelolaan hingga ke tingkat kota.

“Kami siap bermitra dengan kabupaten/kota yang membutuhkan, baik dari sisi tenaga ahli maupun penyediaan peralatan,” katanya.

ULM berharap inovasi ini dapat menjadi solusi nyata dalam mengurangi timbunan sampah plastik sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dari limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Tepis Isu Full Day School, Disdik Kabupaten Banjar Tegaskan Sekolah Tetap 6 Hari

HUT Kemerdekaan RI ke-81 Penuh Keceriaan! MIN 23 HST Gelar Lomba Bagi Orang Tua dan Guru

Abdul Hadi Perluas Akses Kuliah, Program 1.000 Sarjana Balangan Kini Jangkau 3.800 Mahasiswa

Fokus Pemulihan Psikologis, ULM Ambil Langkah Sigap Kepada Kelompok KKN-LH Batulicin Irigasi

Calon Rektor ULM Cabut Nomor Urut

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?